Target Libas Gagal, Akankah Ketua KONI Jadi Mundur?

Bogor (suarantb.com) – Target Libas atau lima belas emas yang gagal diraih kontingen NTB, menyimpan satu ancaman bagi Ketua KONI NTB, Andy Hadianto. Pasalnya, sebelumnya ia pernah sesumbar akan mundur dari jabatannya jika target Libas tak tercapai. Berita terkait pernyataannya tersebut pernah dimuat Suara NTB pada 26 April 2016.

Berikut kutipan pernyataan Andy dalam berita tersebut. “Saya siap mundur jika tidak mencapai 15 emas. Saya optimis (meraih) 15 emas bahkan lebih. Karena atlet kita banyak yang terbaik di Indonesia,” ujarnya kala itu.

Ketika dikonfirmasi suarantb.com melalui pesan singkat, Kamis, 29 September 2016 Andy menyatakan ia akan ikuti prosesnya.

Baca juga:  Pebulutangkis asal Lotim Persembahkan Emas SEA Games untuk Indonesia

“Kita jalankan proses dan mekanismenya supaya organisasi KONI tetap berjalan,” jawabnya singkat.
Dari pernyataan ini, bisa dikatakan Andy belum mengiyakan atau mengatakan tidak mengenai sesumbar untuk mundur tersebut. Ada kemungkinan ia akan melanjutkan jabatannya atau benar-benar memutuskan untuk mundur.

Kegagalan meraih 15 emas merupakan pukulan berat bagi Andy. Beberapa atlet yang diandalkannya meraih emas, justru meleset dari target. Atlet lari nomor 100 dan 200 meter yang dibanggakannya justru gagal raih emas. Hanya bisa menyumbang perak dan perunggu. Namun, apa pun medali yang diraih atlet-atlet tersebut memang tetap patut untuk diapreasiasi.

Baca juga:  Kantongi Dua Tiket PON, Pecatur NTB Catat Sejarah Baru

Andy mengakui atlet yang dimiliki NTB termasuk jajaran atlet yang berprestasi di Indonesia. Pelatda yang mereka jalani sudah terbilang cukup lama, yakni dua tahun sembilan bulan. Lalu apa yang penyebab dari ketidakberhasilan ini? Apakah pelatih yang diturunkan kurang mumpuni? Apakah atlet tidak disiplin latihan?

Faktor penyebab kegagalan ini tentunya perlu dikaji. Ini dilakukan untuk menjadi bahan evaluasi dalam mempersiapkan atlet untuk PON 2020 mendatang. Semoga nantinya NTB tidak dilibas lagi. (ros)