Muhammad Nazil Purnama; Ayah Jadi Motivasi Masuk Timnas

Mataram (suarantb.com) – Terpilih menjadi salah satu kiper Timnas Futsal Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi M. Nazil Purnama. Akhirnya ia berhasil membuktikan bisa masuk timnas. Sayangnya, sebelum bisa melihatnya bermain untuk timnas, sang ayah telah lebih dulu dipanggil Tuhan.

“Senang sekali rasanya bisa masuk timnas. Ada kebanggaan tersendiri juga. Sebenarnya ini juga buat almarhum ayah, soalnya dia kurang setuju saya main futsal. Selama tanding juga belum pernah nonton. Cuma pernah bilang, dia akan nonton kalau saya main buat timnas. Sekarang sudah terpilih timnas, tapi ayah sudah dipanggil duluan,” ceritanya.

Ketidaksetujuan ayahnya tersebut menjadi motivasi untuknya. Hingga saat ini ia masih tak percaya terpilih main di timnas. “Kadang pas latihan saya masih sering bertanya-tanya, ini benar timnas? Masih belum percaya saja,” ucapnya sumringah.

Perkenalan kiper Vamos ini dengan futsal dimulai di bangku SMA. Ketika persaingan di cabor sepak bola kurang menguntungkan. “Saya kan asli Bandung, tinggal di Bandung pinggiran. Jadi bakat saya dan teman-teman di sepak bola tidak begitu kelihatan. Susah juga bersaing sama yang di kota. Jadi waktu SMA saya mulai pindah ke futsal,” jelasnya.

Setelah lulus SMA, Nazil pun semakin aktif bermain futsal setelah lulus SMA. “Ikut di tim-tim amatir di Bandung,” ujarnya.

Pertama kali bermain di kejuaraan nasional ia diajak Bonsu Hasibuan bermain untuk tim asal Kalimantan. “Waktu saya di tim amatir DKRC, saya diajak Bang Bonsu Hasibuan buat main di Kejuaraan Nasional My Futsal di Jakarta. Tapi dulu masih tarkam istilahnya, cuma jadi pemain bayaran, bukan masuk tim,” kenangnya.

Setelah mengikuti kejuaraan tersebut, Nazil direkrut Bonsu untuk kuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI). “Jadi saya masuk tim kampus. Dari situ mulai berkembang, sering ikut tanding, mental bertanding terbentuk. Karena UKI punya nama di sepak bola sama futsal. Di situ saya bisa main bola lagi, bahkan sampai ikut POMNAS dan POM ASEAN,” ungkapnya.

Atlet kelahiran Bandung, 23 Maret 1992 ini mengaku awalnya ingin fokus menyelesaikan kuliah. Tawaran main bersama untuk turnamen nasional sepak bola pun ia tolak. Tetapi, ketika diajak Bonsu untuk memperkuat Vamos Mataram di liga tahun ini, ia tidak bisa menolak.

“Sebenarnya Bang Bonsu juga awalnya suruh saya buat fokus kuliah. Nanti setelah liga saya mau diajak main futsal profesional. Tapi kemarin dia menawarkan buat main di Vamos, dia butuh bantuan untuk jadi kiper. Sebenarnya dia punya kenalan kiper banyak, tapi yang dikenal baik itu sedikit. Jadinya saya ikut Bang Bonsu,” jelasnya.

Nazil menjelaskan,tahun ini adalah kali pertama ia ikut bermain di liga. Setelah mengikuti liga, ia mendapat banyak kesempatan bermain. Mental bermainnya juga semakin bagus. Selain itu, kesempatan untuk ikut seleksi timnas juga datang setelah ia mengikuti liga ini.

“Mungkin itu rezeki saya, dari ikut liga ini kemudian bisa terpilih buat ikut seleksi timnas. Dan alhamdulillah terpilih,” ujarnya.

Sebagai pemain futsal profesional, Nazil berharap kualitas futsal Indonesia semakin bagus. “Sekarang yang main futsal sudah banyak, tinggal kualitasnya yang perlu ditingkatkan. Futsal kita sudah ketinggalan dari negara-negara lain, Vietnam saja sudah ikut Piala Dunia kan,” pungkasnya. (ros)