Wing Chun dan Upaya Menghapus Stigma “Kampung Ribut” Karang Genteng

Mataram (suarantb.com) – Sejak berhenti menjadi pelatih beladiri Wing Chun bagi aparat Satpol PP dan Brimob Polda NTB, Juaini memilih menjadi pelatih Wing Chun untuk masyarakat  di lingkungan Karang Genteng Mataram. Ia ingin merubah stigma negatif kampung tersebut yang sering terjadi keributan.

Juaini mendirikan Lembaga Pelatihan Beladiri Wing Chun dengan  mengajak anak-anak sampai orang tua untuk belajar bela diri tersebut. Ia mulai  tahun 2005 dan dibuka secara  resmi tempat pelatihan tersebut pada tahun 2009.

Juaini menjelaskan  alasan mendirikan lembaga pelatihan beladiri tersebut  untuk memberikan penyaluran yang positif untuk masyarakat Karang Genteng Lingkar Selatan Kota Mataram yang dulunya mmemiliki stigma senang berkelahi. Ia mengatakan murid yang datang bukan saja dari wilayah Kota Mataram tetapi juga  dari luar daerah, seperti Sumbawa, Bima, Dompu, Jakarta dan lainnya.

“Kampung ini sering ribut. Supaya ada tempat mengeluarkan emosinya dan lebih terarah jadi saya buat tempat latihan, larinya ke hal yang  positif supaya tidak ada remaja yang nganggur, supaya sehat,” ujarnya kepada  suarantb.com, Sabtu, 20 Agustus 2016.

Juaini menyebutkan sejak lembaga pelatihan beladiri itu dibuka, saat ini sudah ada ratusan murid yang sudah berguru. Untuk masuk menjadi muridnya, Juaini menarik uang pendaftaran sebesar Rp 500 ribu untuk delapan kali pertemuan. Setiap pertemuan dihitung selama satu jam. Dalam setiap pertemuan tidak harus sesuai aturan tetapi setiap murid bisa mengatur waktu sesuai keinginan.

“Kita latihannya dua kali seminggu. Dan siapa yang mau cepat ada tiga kali seminggu yang satu bulan. Ada yang ingin cepat 16 kali sebulan dihitung dua bulan,” paparnya.

Ia menceritakan dulunya masyarakat sekitar tidak terlalu tertarik dengan beladiri Wing Chun. Namun semenjak tenarnya film IP Man, murid Juaini semakin bertambah karena banyak yang penasaran dengan beladiri Wing Chun.

Untuk dana tambahan, Juaini mengatakan  setiap tahun mengajukan proposal ke Pemprov NTB. Sekarang sudah mendapat tempat latihan  khusus di  Lingkar Muslim Karang Genteng yang merupakan  bantuan pemerintah sebagai bentuk apresiasi kepada perguruan beladiri Wing Chun yang satu-satunya di NTB. (ism)