Kejurnas Paralayang di KSB Kebanjiran Peminat

Taliwang (Suara NTB) –  Kejuaraan Nasional (Kerjurnas) paralayang Trip of Indonesia (Troi) Seri III yang akan diadakan di desa Mantar kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) banyak ditunggu atlet olahraga aerobatik tersebut.
Pihak panitia lokal persiapan TROI Seri III Mantar mengaku, sejauh ini ratusan atlet telah menghubungi menyatakan kesediaannya untuk turut ambil bagian pada kejuaraan tersebut. “Kami banyak dihubungi teman-teman yang mau datang untuk terbang di ajang TROI nanti,” kata koordinator panitia lokal TROI Seri III Mantar, Zaedul Bahri kepada media ini, Minggu (7/8/2016).

Setidaknya ada sekitar 300-an atlet yang ingin ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sayangnya, jumlah itu tidak bisa diakomodir oleh pihak panitia TROI pusat. Menurut Zaedul Bahri, pihaknya telah berkonsultasi kepada panitia TROI pusat mengenai membludaknya peminat seri Mantar kali ini. Tetapi panitia pusat menyatakan, jumlah maksimal atlet yang bisa ambil bagian hanya sebanyak 200 peserta. “Itu pun hanya penerjun nasional saja,” katanya.

Pembatasan peserta itu, kata Zaedul Bahri, lebih pada persoalan teknis. Keterbatasan jumlah tim juri membuat panitia khawatir proses

penilaian tidak bisa berjalan maksimal. “Kalau soal venue (tempat penerjunan) tidak ada masalah. Perluasan venue yang kita lakukan kemarin, bisa menyiapkan puluhan penerjun dalam sekali terbang. Tapi tim jurinya akan kesulitan sekali melakukan penilaian,” tukas Deden, sapaan akrab Zaedul Bahri.

Sementara itu persiapan terus dilakukan panitia lokal TROI Seri III Mantar. Deden mengatakan, dalam waktu dekat tim teknis dari kepanitaan pusat akan turun melakukan pemantauan lokasi. Pemantauan untuk melihat kondisi terkini venue sekaligus juga mengatur sistem-sistem yang perlukan pada saat kegiatan berlangsung.

Sama dengan dua seri sebelumnya, pada TROI yang akan dilaksanakan di desa Mantar akan ada dua mata lomba yang akan dilaksanakan. Yakni ketepatan dan aksi. Deden mengungkapkan, untuk aksi, panitia berencana para atlet diarahkan untuk melakukan pendaratan di kompleks Kemutar Telu Center (KCT) pusat perkantoran pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Ini masih sebatas rencana, nanti tim teknis akan melihat apakah hal itu bisa dilakukan atau tidak. Tapi kami harapannya bisa, supaya para atlet aksi bisa sekaligus melihat keindahan KTC,” imbuhnya. (bug)