Okupansi Hotel Turun Drastis akibat Bencana Gunung Agung

Mataram (Suara NTB) – Dampak erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali tidak hanya dirasakan oleh industri pariwisata di Bali, juga di Lombok (NTB). Sejumlah agen perjalanan wisata mengaku mendapatkan konfirmasi pembatalan kunjungan dari wisatawan. Termasuk pembatalan pemesan hotel yang berimbas pada okupansi hotel menurun drastis.

‘’Akibat  erupsi Gunung Agung di Bali, banyak terjadi cancelation (pembatalan). Baik hotel di Mataram (city hotel) maupun di resort,” kata Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Lombok, Ernanda Agung, di Mataram, Rabu, 29 November 2017.

Iklan

Ia menyebutkan, sejumlah hotel yang sudah memberikan laporan tentang pembatalan yang terjadi diantaranya Hotel Golden Palace dengan pembatalan sebanyak 375 kamar atau RN (room night).  Holiday Resort 438 RN, Kila 458 RN, Fave 130 RN. Kemudian Qunci 325 RN, Sheraton 270 RN. Jayakarta Hotel 306 RN, Pratama 93 RN, POT 57 RN, Living Asia 72 R, Aston Inn 66 RN, Puri Saron 164 RN.  Gili Amor 20 RN, Baleku Senggigi 45 RN dan Ottalia 15 RN.

‘’Ini belum semua yang terdata. Saya masih menunggu datanya. Ini data hotel yang mendapatkan pembatalan hingga sore ini (kemarin),’’ katanya.

Penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan di NTB. Sebab banyak penerbangan langsung ke bandara itu (Ngurah Rai) mengangkut penumpang (wisatawan) yang berkunjung ke NTB transit di Bali sebelum melanjutkan penerbangan ke Lombok. Hal ini pula yang membuat tingkat okupansi atau hunian kamar di berbagai hotel di NTB mengalami penurunan yang cukup drastis.

Melihat persoalan ini Dinas Pariwisata Provinsi NTB telah mengambil tindakan. Salah satunya menyiasati dengan memberikan diskon kepada wisatawan yang akan menginap di beberapa hotel sesuai dengan kebijakan di hotel itu.

“Erupsi Gunung Agung memang sangat berdampak pada kunjungan wisatawan. Banyak yang melakukan penundaan dan pembatalan kunjungan. Tapi Dispar NTB bersama PHRI memberikan kemudahan kepada wisatawan yang tidak melakukan pembatalan dengan memberikan mereka diskon,’’ujarnya.

Ia berharap erupsi Gunung Agung segera usai sehingga Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat beroperasi kembali. Sehingga wisatawan dari berbagai negara dapat berkunjung ke NTB, baik itu berkunjung secara langsung atau transit di Bali terlebih dahulu.

Sebab beberapa negara belum memiliki penerbangan langsung ke Lombok. Sehingga wisatawan akan mengambil penerbangan ke Bali kemudian melanjutkan penerbangan ke Lombok. Namun karena bandara di Bali ditutup, maka kunjungan wisatawan dari Bali pun mengalami menurunan. (lin)