Okupansi Hotel di Mataram Meningkat

H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Memasuki triwulan keempat 2020 okupansi hotel di Kota Mataram tercatat mengalami peningkatan. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menerangkan di beberapa hotel okupansi tersebut bahkan mencapai 50 persen.

“Beberapa yang kita tanya kemarin sudah mencapai 40 – 50 persen. Ada beberapa hotel yang sudah (aktif),” ujar Denny saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Oktober 2020. Menurutnya, peningkatan tersebut terutama terjadi pada hotel-hotel bintang tiga di Mataram.

Iklan

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi pertanda baik. Mengingat pada triwulan pertama 2020, tepatnya sejak virus corona (Covid-19) mulai menyebar di NTB tingkat okupansi hampir mendekati nol persen. Bahkan banyak hotel di Mataram memilih tutup sementara untuk menekan biaya operasional.

“Sepertinya begitu (akan meningkat terus, Red). MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions) juga sudah mulai,” jelasnya. Dicontohkan seperti beberapa program Dispar Kota Mataram yang mulai mengambil tempat di hotel-hotel di Mataram. “Kami sudah dua kali meeting di hotel itu,” sambungnya.

Di sisi lain, peningkatan okupansi tersebut diharapkannya selaras dengan pembayaran pajak yang dilakukan pelaku usaha. Mengingat keringanan pajak yang diberikan pemerintah Kota Mataram telah selesai pada September lalu.

Menurut Denny hal tersebut akan berhubungan langsung dengan penyaluran bantuan stimulus pariwisata yang diberikan pemerintah pusat. Di mana Kota Mataram menerima anggaran sebesar Rp7.902.800.000 yang akan disalurkan sebagai bantuan bagi hotel dan restoran.

Salah satu syarat umum bagi pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan tersebut menurutnya adalah realisasi pembayaran pajak. “Data terkait pajak hotel ini kan di BKD. Kita lihat datanya dulu nanti. Siapa yang membayar pajak, kemudian berapa jumlah pajaknya itu kita lihat dulu (sebelum penyaluran). Karena ini juga aktivitas sudah mulai membaik. Memang belum normal, tapi sudah membaik,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Hotel Mataram, Yono Sulistyo, menerangkan aktivitas hotel di Mataram memang mengalami peningkatan yang menggembirakan. “Sudah mulai ada aktivitas, artinya sudah mulai ada pemasukan. Walaupun memang bisnis ini tidak full sudah balik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Oktober .

Menurutnya, rata-rata okupnasi hotel di Mataram saat ini berkisar antara 35-40 persen. “Ada yang lebih dari itu di beberapa hotel, tapi ada juga yang di bawah itu. Jadi kita rata-ratakan,” jelasnya. Peningkatan okupansi tersebut menurutnya terbilang cukup tinggi jika dibandingkan awal pandemi Covid-19.

“Saat pandemi itu wajar okupansi kita hanya 3 persen. Kamar yang dipesan hanya 1 – 2 kamar,” ujar Yono. Okupansi yang meningkat beberapa waktu belakangan disebutnya berasal dari pelaku perjalanan bisnis yang mulai banyak datang ke Kota Mataram.

Di sisi lain, MICE yang mulai aktif juga membantu pelaku usaha untuk bertahan. Walaupun kapasitas ruangan yang terpakai terbatas hanya 30 persen sebagai bagian dari protokol penanganan Covid-19 dan tanpa ada yang menginap.

“Kegiatan yang besar-besar sudah tidak ada. Dulu kegiatan sampai menginap, sekarang hanya setengah hari, tapi sedikit membaik dibandingkan beberapa bulan yang lalu,” tandas Yono. (bay)