Oknum Warga Diduga Tarik Retribusi di Pasar Ikan Ampenan

H. Amran M. Amin. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan  harus bertindak tegas. Pasalnya, oknum warga diduga menarik retribusi di Pasar Ikan Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara. Sementara, pasar ikan itu bukan termasuk pasar milik pemerintah.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin tidak mengetahui secara langsung indikasi penarikan retribusi di Pasar Ikan Kebon Talo. Pasar itu tidak dikelola oleh instansinya dan dipastikan tidak ada keterlibatan stafnya maupun petugas juru pungut di pasar. Penindakan diserahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum (APH). “Tidak ada unsur pemerintah maupun petugas pasar di sana. Kita serahkan ke aparat penegak hukum saja,” tegas Amran dikonfirmasi pekan kemarin.

Iklan

Amran menyampaikan, keberadaan pasar ikan di Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Tengah bermula dari keluhan siswa dan guru terhadap bau ikan di Pasar Kebon Roek. Keluhan itu ditindaklanjuti dengan memindahkan khusus pedagang ikan ke lahan milik pemerintah di Kebon Talo.

Kala itu, ada kesepakatan dibangun dan ditata kelola dengan memperhatikan estetika dan kebersihan. Rupanya dalam perjalanan kekhawatiran terhadap tumpukan sampah terjadi, sehingga menjadi atensi oleh kepala daerah. “Pak Wali langsung memerintahkan kami untuk menyelesaikan masalah itu,” ucapnya.

Pihaknya menindaklanjuti berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan dan kelurahan dan pedagang. Namun, pedagang terlibat langsung di lokasi itu tidak hadir, padahal menjadi pokok permasalahan.

Amran mengatakan, telah menugaskan Kepala Pasar Kebon Roek untuk mengawasi secara langsung. Walaupun pasar ikan itu bukan masuk milik pemerintah sesuai yang diatur dalam peraturan daerah, tetapi permasalahan muncul seperti tumpukan sampah meski mendapatkan perhatian serius. “Jumlah pasar yang diatur sesuai perda ada 19 pasar,” sebut Amran.

Terkait pungutan retribusi yang dibebankan ke pedagang ikan, Amran kembali menegaskan bukan ranah dari pemerintah daerah. Dia memprediksi, uang yang dipungut digunakan untuk mengangkut sampah dan lainnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional