Oknum PNS Pemprov Terduga Pembuat Uang Palsu Diberhentikan Sementara

Muhammad Nasir (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Oknum PNS Pemprov NTB inisial SRM (37) ditangkap Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) pada Kamis, 30 Desember 2020 karena diduga mencetak dan mengedarkan uang palsu. Terkait penangkapan PNS tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB menyatakan yang bersangkutan langsung diberhentikan sementara.

“Pemberhentian sementara sampai ada putusan inkracht  dan gajinya diberikan 50 persen,” kata Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir dikonfirmasi Minggu, 3 Januari 2020.

Untuk pemecatan yang bersangkutan dari PNS, menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht. “Kasus seperti itu akan menunggu putusan pengadilan yang sudah inkracht, baru diambil keputusan dipecat atu tidak,” terang Nasir.

Sebagaimana diketahui, oknum PNS yang bekerja di salah satu instansi Pemprov NTB berinisial SRM (37) ditangkap tim Satreskrim Polres Lombok Timur di rumahnya Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Rabu, 30 Desember 2020.

Terduga pelaku diduga mencetak uang palsu dan mengedarkannya. Terduga pelaku diduga sudah melakukan aksinya di beberapa tempat. Di antaranya di Kopang Lombok Tengah, Masbagik dan diwilayah Lombok Timur lainnya.

Namun, polisi masih melakukan pengembangan setelah dilakukan pemeriksaan selanjutnya terhadap pelaku. Terduga pelaku SRM sudah melakukan aksinya dalam 4 bulan terakhir. Tetapi, penyidik akan terus mendalami keterlibatan pihak lainnya.

Modus yang dilakukan terduga pelaku dengan mencampurkan uang palsu dan asli. Selanjutnya dibelanjakan ke toko-toko untuk membeli kebutuhan pelaku. Pelaku SRM akan dikenakan pasal 36 ayat (3) dan/ayat (1) dan/ayat (2) UU RI No. 7 tahun 2011 dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda sebesar Rp 50 miliar.

Selain uang palsu, barang bukti yang berhasil disita polisi yaitu alat mesin cetak uang palsu berupa printer, rekening pelaku dan sejumlah uang asli yang diduga hasil dari kejahatan. (nas)