Oknum PNS Lobar Diduga Suplai Sabu Tiga Kakak Beradik

Kasatresnarkoba Polresta Mataram Made Yogi Purusa Utama (kiri) Kamis (8/4) menginterogasi Sutar, oknum PNS Lombok Barat yang diduga menyuplai sabu kepada pengedar di Karang Bagu, Cakranegara, Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram membongkar bisnis sampingan oknum PNS pada salah satu instansi di Lombok Barat, Sutar. Pria ini diduga menyuplai sabu kepada para pengedar di Karang Bagu, Cakranegara, Mataram. Tiga orang kakak beradik yang diduga menjual sabu eceran ikut diamankan.

“Orang-orang tahu dan kenal dia ini namanya Sutar. Dia PNS di Lombok Barat,” ungkap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Made Yogi Purusa Utama Kamis, 89 April 2021 kemarin. Sutar diamankan dari sebuah kamar indekos di Saptamarga, Cakranegara, Mataram, kemarin dini hari pukul 04.00 Wita.

Iklan

Yogi mengatakan, pengembangan terhadap Sutar ini berkat penggerebekan di Karang Bagu, Cakranegara, Mataram. Empat orang diamankan. Antara lain HS, AP, dan HP. “Tiga orang ini kakak beradik. Satu keluarga ini kerjaannya jualan sabu semua,” sebutnya.

Kronologis penangkapannya, pada Rabu, 7 April 2021petang tim khusus Satresnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah yang kerap dijadikan tiga kakak beradik itu berjualan sabu. Saat itu lebih dulu diamankan YS alias YH yang baru selesai bertransaksi. “Kita temukan enam poket sabu di kantong celananya,” kata Yogi. Dari hasil interogasi, YH membeli sabu ini dari HS. YH saat sedang berdda di depan rumah HS. Polisi lalu merangsek masuk ke rumah HS. Didapati HS sedang berada di dalam bersama dua adiknya, AP dan HP.

Seisi rumah digeledah. Tapi tidak ditemukan barang bukti terkait sabu. “Ternyata mereka ini menyimpannya di dalam setang motor dan di dalam gagang sapu. Itu modusnya mereka,” ucap Yogi. Di dalam setang motor dan gagang sapu, ditemukan tiga plastik klip isi sabu, empat klip kosong, pipa kaca berisi padatan sisa sabu, gunting, dan uang tunai Rp1,92 juta.

Yogi mengatakan, HS kemudian mengaku asal sabu yang dimilikinya. Akhirnya terungkap indikasi keterlibatan Sutar. Sutar lalu diamankan di tempat terpisah. “HS ini bilang dapat barang dari Sutar,” sebutnya. Dari hasil tes urine, Sutar terindentifikasi positif mengonsumsi sabu. Sutar belum mengakui tuduhan HS. Namun, polisi menemukan riwayat percakapan yang menunjukkan adanya jejak pembicaraan. Yogi mengatakan, masih akan mengembangkan lagi keterlibatan Sutar.

Sementara Sutar mengaku selama ini bekerja sebagai PNS. “Saya kerja di Pengairan Lombok Barat. Sudah 10 tahun saya PNS,” bebernya. Dia juga mengaku bahwa istrinya Fitriana sedang di dalam sel penjara. Fitriana alias Fit ditangkap Februari 2020 lalu di Sandubaya, Mataram dengan barang bukti lima poket sabu. Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan hukuman pidana penjara selama lima tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider kurungan dua bulan pada September 2020 karena terbukti memiliki narkoba. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional