Oknum Pelaku Pencabulan terhadap Anak Kandung Harus Dihukum Berat

Ilustrasi Perbuatan Asusila (suarantb.com/ist)

Mataram (Suara NTB) – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mendesak aparat penegak hukum (APH) menjatuhkan hukuman berat terhadap pelaku AA, mantan anggota DPRD NTB. Pelaku diduga mencabuli anak kandungnya. Pendampingan akan dilakukan untuk menghilangkan trauma korban.

Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, SH. MH.,menyesalkan tindakan amoral mantan wakil rakyat tersebut. Sebagai orangtua semestinya memberikan perlindungan kepada anaknya. Perbuatan pelaku diduga tidak terlepas dari perilaku korban. “Perbuatan amoral tentu kita sesalkan,” kata Joko dikonfirmasi, Kamis, 21 Januari 2021.

Iklan

Pelecehan seksual dilakukan oleh orangtua bisa terjadi karena berbagai faktor. Pertama, kondisi rumah tinggal tidak memenuhi standar yang ideal. Rumah dikategorikan ideal seharusnya satu orang membutuhkan ruang 9 meter. Jika dikalkulasi dengan keberadaan orangtua dan dua orang anak minimal membutuhkan space 36 meter. Faktanya,rumah tangga antara anak dan orangtua tidur di satu tempat. Kondisi Ini tidak bagus untuk tumbuh kembang anak. “Di satu sisi, bapak – ibunya ritual, anaknya bisa melihat,” jelasnya.

Kedua, pelecehan atau perkosaan terjadi karena perilaku atau moral orangtua itu sendiri. Khusus kasus AA, Joko menduga bahwa pelaku mengarah pada kelainan seks. Jika berpatokan dari jumlah istrinya. Tetapi pihaknya belum berani menyimpulkan karena belum menggali akar masalahnya.

Dalam kasus ini, pihaknya mendesak aparat kepolisian memberikan sanksi atau hukuman berat. Langkah aparat kepolisian mengancam hukuman 7 tahun penjara adalah hal yang tepat. “Saya kira itu sudah tepat dilakukan oleh teman – teman dari kepolisian,” ucapnya.

LPA nantinya akan melakukan pendampingan psikologi terhadap korban. Pun, diminta psikologi forensik oleh kepolisian kata Joko, pihaknya akan menyiapkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram, Dra.Dewi Mardiana Ariany mengecam tindakan oknum mantan Anggota Dewan NTB tersebut. Tindakan pelaku dinilai tidak bermartabat. Oleh karena itu, ia juga mendorong agar pelaku dihukum berat. “Saya pribadi mengutuk perbuatan itu. Aparat kepolisian kita minta memberikan hukuman berat,” tegasnya.

DP3A juga akan memberikan pendampingan terhadap korban,terutama dari sisi psikologi untuk menghilangkan rasa takut atau trauma. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional