Oknum Pejabat Lotim yang Terjaring Razia Terancam Sanksi Berat

Selong (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS yang diketahui berbuat mesum (asusila) terancam sanksi berat. Hal ini sesuai dengan UU ASN Nomor 15 tahun 2014 tentang kewajiban dan larangan ASN yang di dalamnya terdapat tentang keasusilaan dan PP Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS.

Demikian disampaikan, Kepala BKD Lotim, H. Najamuddin menanggapi adanya salah satu oknum Kepala Unit Dikpora di Lotim yang terjaring mesum di salah satu kamar penginapan di Tetebatu, Sikur, Selasa, 20 Desember 2016 lalu.

Iklan

Najamuddin menegaskan, bagi ASN yang berbuat asusila secara tegas sudah diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2014 dan UU No 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS. Pasalnya, adanya ASN yang melakukan tindak asusila, dapat menurunkan harkat, martabat ASN. Itu artinya, setiap ASN dilarang untuk memasuki tempat-tempat seperti diskotik dan tempat-tempat lainnya berpengaruh terhadap harkat dan martabat ASN itu sendiri.

“ASN yang berbuat asusila, tentu sudah sangat jelas akan diberikan sanksi berat,” tegasnya.

Adapun jenis hukuman disiplin berat yakni mulai dari penurunan pangkat selama 3 tahun, pembebasan dari jabatan apabila memiliki jabatan, serta ASN itu dapat diberhentikan dengan hormat sampai dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat. Dijeaskannya, salah satu sanksi itu bisa diberikan terhadap oknum PNS itu, tergantung bukti pendukung yang ada, seperti tertangkap tangan, ada dokumen yang dipercaya serta beberapa bukti lainnya. “Sampai sekarang belum ada laporan yang masuk ke kita,” akunya.

Sementara, Kasi Opstib dan Linmas pada Satpol PP Lotim, Lalu Abdullah Purwadi menegaskan sampai saat ini pihak masih memproses oknum ASN inisial LN yang terjaring. Dalam penyelesaian kasus itu, pihaknya sudah memanggil sejumlah pihak terkait, seperti keluarga, kepala dusun dan kepala desa yang bersangkutan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lotim, Lalu Suandi menyesalkan salah satu Kepala Unit Dikpora Kecamatan inisial LN tertangkap basah di sebuah penginapan di Tetebatu. Atas kejadian itu, Lalu Suandi berharap tidak merusak citra dunia pendidikan Lotim mengingat yang bersangkutan merupakan pejabat struktural dan bukan pejabat fungsional.

Selaku Kepala Dinas Dikpora, Lalu Suandi mengaku tidak menyangka adanya salah satu Kepala Unit Dikpora yang tertangkap bersama seorang perempuan yang bukan muhrimnya di salah satu penginapan di Lotim. Karena menurut pandangannya, semua pejabat struktural yang menjabat sebagai Kepala Unit Dikpora di semua kecamatan secara berkinerja cukup bagus dalam memajukan dunia pendidikan Lotim, termasuk LN secara individual cukup bagus, baik komunikasi dan lainnya dalam setiap pertemuan yang dilakukan bersama jajaran Dinas Dikpora.

Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhir, S.Pd, sangat menyesalkan kejadian tersebut. Seorang pemimpin, ujarnya, harus memberikan tauladan terhadap bawahannya. Ia mengatakan, lembaga pendidikan merupakan lembaga yang mempersiapkan peserta didik menjadi penerus cita-cita bangsa, dengan cara menekankan etika dan moralitas. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here