Oknum Pegawai Disbun NTB Diduga Gelapkan Sepeda Motor

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak sepuluh unit kendaraan bermotor diduga hasil penggelapan diamankan Polda NTB. Motor-motor tersebut diduga digelapkan oleh dua pelaku berinisial WW (47) yang merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perkebunan (Disbun) NTB, asal Kelurahan Monjok Timur, Mataram. Sementara pelaku lainnya berinisial NS (55) merupakan pensiunan PNS, asal Kelurahan Monjok, Mataram.

Menurut Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Holilur Rochman, modus yang dilakukan kedua pelaku dengan berpura-pura menyewa sepeda motor dari korbannya yang memiliki usaha penyewaan kendaraan bermotor di Lingkungan Karang Taliwang, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Iklan

“Dalam waktu lima bulan, para tersangka itu berpura-pura menyewa sepeda motor kepada korban. Namun saat jatuh tempo penyewaan, tersangka tidak mengembalikan kendaraan tersebut,” ujar Holilur saat ditemui di Mapolda NTB, Kamis 6 Oktober 2016.

Belakangan diketahui kedua tersangka telah menggadaikan motor tersebut pada pihak lain dengan harga per unitnya Rp 5 juta.

“Mereka ternyata telah menggadaikan motor-motor tersebut ke pihak lainnya. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta,” ungkapnya.

Pelaku berinisial WW ditangkap di kantor tempatnya bekerja. Sementara NS ditangkap di kediamannya. Adapun kejadian tersebut terjadi pada rentan waktu Februari hingga Juli 2016. Korbannya diketahui bernama H. Ahmad Aminin asal Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sebanyak sepuluh motor berhasil disita polisi. Sementara Holilur juga mengimbau pemilik usaha penyewaan kendaraan agar lebih berhati-hati dalam memberikan sewa kendaraan terhadap penyewa dengan disertai tanda terima yang jelas.

“Penyewaan kendaraan agar memberikan tanda terima sewa yang jelas kepada penyewa, untuk menjelaskan batas waktu penyewaan dan kondisi kendaraaan yang akan disewa,” imbaunnya. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah menerima gadai kendaraan tanpa disertai dokumen kendaraan yang jelas. (szr)