Oknum Guru SD Diduga Kuras Tabungan Siswa

Mataram (Suara NTB) – Puluhan siswa SDN 2 Gerimak tak bisa membeli perlengkapan sekolah tahun ajaran 2017/2018. Sebabnya, uang tabungan selama setahun senilai Rp 71 juta sudah dihabiskan oknum guru.

Uang yang ditabung siswa per-harinya dengan susah payah antara Rp 10 ribu sampai Rp 200 ribu, ludes dipakai bendahara, JH (42). Total 77 siswa merugi dengan total senilai Rp 71 juta.

Iklan

“Dipakai untuk membangun rumah, memperbaiki rumah, dan keperluan pribadi,” ungkap Kapolsek Cakranegara, Kompol Haris Dinzah, Rabu, 13 September 2017.

Tersangka JH memiliki kewenangan untuk menerima dan menyimpan uang tabungan siswa tersebut. tabungan yang terkumpul, kata dia, digunakan tersangka dengan dalih meminjam.

Setahun berlalu, sampai tiba waktunya awal tahun ajaran 2017/2018. Dimana, seharusnya seluruh siswa SDN 2 Gerimak menerima pembagian tabungan tersebut.

Namun siswa kelas 1 dan kelas 5 hanya bisa mengelus dada tak seperti siswa kelas lain yang mendapatkan uang tabungannya.

“Pada saat pembagian uang tabungan tersebut, tersangka tidak bisa membagikannya ke siswa karena sudah digunakan itu,” jelasnya.

Para orang tua siswa bersama tersangka mengambil jalan musyawarah, tetapi dua kali menemui jalan buntu. Akhirnya orang tua siswa yang gerah melapor ke polisi.

“Dia diberi waktu oleh orang tua siswa untuk mengembalikan uang, tetapi dia tidak ada niat baik untuk mengembalikan,” ungkap Haris, sehingga memilih menggunakan upaya paksa.

Penyidik, sambung dia, tengah mendalami keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut. “Kepala sekolah mengetahui uang itu disalahgunakan. Kita masih dalami ini apakah ada keterkaitannya dengan orang lain,” terangnya.

Dalam pengakuannya, JH yang merupakan PNS mengaku sudah berupaya mengembalikan uang.

“Sudah saya kembalikan Rp 15 juta pak. Terakhir juga saya setor Rp 20 juta,” jelasnya menjawab interogasi penyidik. Ia menambahkan, selain dirinya, ada tiga oknum guru lain yang juga melakukan hal serupa.

“Ada yang minjam Rp 17,5 juta, Rp 11,5 juta, ada yang Rp juta. Itu ada tiga orang lagi,” bebernya. Tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional