Oknum Guru Honorer Terduga Bandar Tramadol Terancam Dipecat

Bima (Suara NTB) – Mulyadin (31), oknum guru honorer yang ditangkap oleh Tim Resmob Subden A Bima dan diduga sebagai bandar tramadol terancam dipecat. Perbuatannya dianggap mencoreng nama baik profesi guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Olahraga dan Pemuda (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Drs. H. Supratman AS, menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pelayanan Pendidikan Menengah (PPM) Dikbud di Mataram meminta oknum itu diberikan sanksi.

Iklan

“Karena oknum guru ini mengabdi di SMK, kami tidak bisa menindak. Tapi akan dikonsultasikan ke PPM Dikbud Provinsi, selaku pihak yang memiliki wewenang,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, perbuatan oknum guru tersebut, tidak bisa dibenarkan. Karena telah masuk dalam wilayah kriminalitas luar biasa. Yang dapat merusak pikiran dan fisik generasi bangsa akibat pengaruh obat-obatan tersebut.

“Intinya tidak ada toleransi untuk dilakukan pembinaan. Masa iya, oknum guru juga berprofesi sebagai bandar tramadol. Sikap kita meminta oknum ini untuk dipecat,” katanya.

Diakuinya, sebagai seorang guru semestinya ada sikap keteladanan dan moral. Karena selain bertugas sebagai tenaga pendidik. Tugas seorang guru juga berperan sebagai pembina dan pengarah saat memberikan pemahaman terhadap bagi siswa atau anak didiknya.

“Keteladan guru akan tercermin pada tingkah laku, tindakan dan moralnya. Bukan menjadi bandar yang merusak generasi penerus bangsa,” akunya.

Dia menambahkan dan berharap, kejadian tersebut juga dapat dijadikan pelajaran berharga bagi guru yang lainnya. Karena menjadi seorang guru yang tugasnya mendidik dan membina orang, tidaklah gampang.

Sejalan dengan pemerintah yang fokus penguatan pembentukan karakter. Guru dituntut tidak hanya cerdas dalam keilmuan. Tapi cerdas emosional dan spritual,” pungkas mantan Sekwan Kabupaten Bima ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Reserse Mobil (Resmob) Subden A Bima, menangkap oknum guru honorer di sebuah perumahan guru di Kecamatan Woha, Jumat, 21 Juli 2017. Ditangkapnya pria bernama, Mulyadin, warga Desa Samili Kecamatan Woha ini, karena ia diduga bandar tramadol.

Kanit Resmob Subden A Bima, Bripka Ardi Baron Bayu Seno, mengatakan, oknum guru honorer salahsatu SMK di Kabupaten ini, ditangkap karena diduga sebagai pemilik 100 kotak atau 1000 papan tramadol. “Obat-obatan ini akan dikirim oleh pelaku ke Sumbawa menggunakan bus umum antar Kabupaten Kota,” katanya. (uki)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional