Oknum Aparat Pemerintah Diduga Terlibat Kasus Pembalakan liar

Dompu (Suara NTB) – Oknum aparat pemerintah diduga terlibat kasus pembalakan liar di wilayah kawasan hutan Toffo Pajo. Dugaan ini muncul pasca pengamanan 70 batang kayu ilegal yang diduga dimodali oknum aparat.

Hal itu disampaikan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Toffo Pajo, Dadan Kuswardana, S.Hut kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 10 Oktober 2016.

Iklan

“Ini sedang saya upayakan pengembangan, memang dalangnya sangat licin karena pemain – pemain ini memahami aturan dan memahami KPH seperti apa,” katanya.

Dadan Kuswardana mengatakan, oknum yang diduga kuat terlibat kasus pembalakan liar tersebut merupakan dalang penghubung antara pelaku pembabatan hutan dengan pembelinya, sekaligus peran pentingya dalam kasus ini ialah selaku pemilik modal. Bahkan oknum itu sebelumnya pernah diamankan, namun karena posisi penting yang dimilikinya membuat KPHL kesulitan menjerat pelaku.

“Sebelumnya pernah kita amankan dan mereka memahami pergerakan KPH seperti apa tentunya kita harus cari lagi dong cara menangani mereka ini, orang-orangnya akan saya ambil,” ujarnya.

Untuk mengelabui petugas dalam aktivitas pembalakan liar, kata Dadan, modus pengangkutan kayunya tidak lagi menggunakan transportasi pengangkut barang. Pelaku menggunakan transportasi angkutan penumpang. “Digeser dulu ke kampung. Di kampung, di-saw mill jadi papan atau semacamnya sesuai pesanan. Kemudian diangkut menggunakan mobil penumpang seperti avanza dan itu mengalir ke seputar terminal,” jelasnya.

Ia menegaskan, di wilayah pengelolaannya tidak ada satupun perijinan pemanfaatan hutan kayu yang telah dikeluarkan pihaknya. Hal itu jelas menunjukan kasus pengangkutan kayu yang dimotori oknum aparat pemerintah itu merupakan hasil pembalakan liar. Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya bertekad menyeret para pelaku ke meja hijau.

“Kayu ini jelas ilegal, karena tidak mengantongi ijin apa-apa dan kita masih akan melengkapi alat buktinya,” tandasnya.

Selain mengelabui petugas KPHL dengan pengangkutan kayu menggunakan transportasi penumpang, para pelaku juga lihai dalam mengamati pergerakan petugas. Seringkali ditemukan pihaknya, pengangkutan dilakukan pada jam-jam tertentu.

Informasi lain yang ditemukan pihaknya ketika melakukan operasi lapangan, kata Dadan, oknum-oknum tertentu yang melakukan aktivitas pembalakan liar seringkali mengatasnamakan pejabat pemerintah. Bahkan tak segan-segan mengancam petugas yang tengah melakuan upaya pencegahan.

“Volumenya memang tidak terlalu banyak, tapi memang harus saya tangani. Selain itu, politisasinya juga kuat membawa nama-nama pejabat padahal tidak ada,” pungkasnya. (jun)