Oknum Aparat Diduga Jadi Pengepul Kayu Sonokeling

Petugas Gakkum Dinas LHK Provinsi NTB menyegel barang bukti truk yang mengangkut Kayu Sonokeling diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan Toffo Rompu dengan tersangka oknum anggota polisi.(Suara NTB/Dinas LHK Provinsi NTB)

Mataram (Suara NTB) – Oknum polisi, Bharatu RA diduga ikut main kayu. Oknum anggota Brimob ini menjadi tersangka pembalakan liar 309 batang atau setara 7,29 kubik kayu Sonokeling. Tersangka menjual kayu dari Hutan Kawasan Negara Toffo Rompu RTK.65 itu ke cukong di Kota Bima.

“Sanksi pelanggaran kode etik anggota Polri yang bersangkutan akan diproses setelah proses pidananya selesai,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Iklan

Bharatu RA sudah dilimpahkan penanganannya ke Kejari Dompu pada Selasa pekan lalu. Berkas penyidikannya sudah dinyatakan lengkap. Bharatu RA akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Dompu.

Kadis LHK Provinsi NTB Madani Mukarom melalui Kabid Perlindungan Hutan, Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Dinas LHK Provinsi NTB Mursal, tersangka Bharatu RA dilimpahkan bersama tersangka sopir berinisial IN alias DR. “Oknum (polisi) ini tersangka utama. Pemilik kayu,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Bharatu RA ditangkap 22 Januari lalu di Jalan Lintas Sumbawa Bima, Kabupaten Dompu. Tim yang menangkap mereka gabungan Polhut dan tim Kodim Dompu. Kayu Sonokeling diangkut dengan truk bernomor polisi F 8902 UQ. Kayu Sonokeling atau Dalbergia Latifolia masuk dalam Apendiks II, yang peredarannnya dibatasi.

Masing-masing tersangka dijerat dengan pasal 83 ayat 1 huruf a juncto pasal 12 huruf e dan/atau pasal 88 ayat 1 juncto pasal 16 UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan juncto Pasl 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman pidananya penjara paling lama lima tahun dan denda Rp2,5 miliar.

“Kami masih dalam pengembangan penyidikan ke pemodal atau cukongnya. Apakah ini dilakukan sindikat atau tidak,” pungkas Astan. (why)