Oknum Anggota DPRD Dipolisikan

Kapolres Loteng, Budi Santosa (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), kini harus berurusan dengan apparat kepolisian. Setelah yang bersangkutan dilaporkan atas dugaan penggelapan. Polisi pun sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut.

Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., kepada Suara NTB, Sabtu, 5 Januari 2019, mengaku kalau pihaknya sudah mendapat laporan dari pihak korban terkait kasus tersebut. Proses penyelidikan pun kini sudah dilakukan. “Sudah ada pengaduan dan kini kasusnya tengah kita selidiki,” tegasnya.

Iklan

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., menambahkan, awalnya ada dua laporan yang masuk ke pihaknya. Namun satu laporan sudah dicabut. Setelah oknum anggota DPRD Loteng bersangkutan bersedia menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Infomasinya banyak yang jadi korban. Tapi hanya dua laporan yang masuk. Itu pun satu laporan sudah dicabut. Sehingga sisa satu laporan saja yang masih diproses,” terangnya.

Sejauh ini, total pihaknya sudah meminta keterangan sekitar lima orang saksi dari pihak korban dan kemungkinan masih akan bertambah. Mengingat, proses penyelidikan sendiri masih terus berjalan. Beberapa pihak yang dianggap mengetahui kasus tersebut juga akan segera dipanggil dan dimintai keterangannya.

Hanya saja, karena kasus tersebut masuk delik aduan maka pihaknya tetap memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara baik-baik. Tapi bukan berarti proses penyelidikan tidak akan dilanjutkan. Selama pengaduan atau laporan belum dicabut, maka proses hukum akan tetap berjalan.

Ia menjelaskan, dugaan penggelapan yang menjerat oknum anggota DPRD Loteng tersebut terjadi beberapa bulan lalu. Waktu itu, oknum anggota DPRD Loteng tersebut menyewa mobil milik korban selama beberapa hari. Namun hingga batas waktu perjanjian, mobil yang disewa tersebut tidak kunjung kembali.

Setelah dilacak oleh korban, ternyata mobil tersebut sudah digadai oleh oknum anggota DPRD Loteng bersangkutan. Pihak korban kemudian memutuskan untuk melapor ke polisi setelah upaya penyelesaian secara baik-baik tidak membuahkan hasil. (kir)