Oknum Advokat Diduga Bandar Narkoba

Direktur Resnarkoba Polda NTB Helmi Kwarta Kusuma Putra menunjukkan senapan angin laras panjang yang disita dari penggerebekan oknum advokat diduga bandar narkoba, Kamis, 18 Juni 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB membersihkan Lingkungan Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram. Oknum advokat berinisial MR (34) diamankan. Turut disita 18 poket sabu, senapan angin, pistol, sepeda motor, dan tiga mobil. Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra menerangkan, kasus ini akan dikembangkan lagi untuk mengungkap jaringannya. “Dari pengakuannya dia advokat. Dan iya dia bandar,” terangnnya, Kamis, 18 Juni 2020.

Penggerebekannya cukup mulus pada Rabu, 17 Juni 2020. Mereka yang diamankan selain MR, yakni JS (26), WK (21), GA (22), dan KS (18). Barang bukti yang diamankan 18 poket sabu seberat 9,5 gram, satu poket kecil 0,60 gram, uang tunai Rp15 juta, tujuh lembar buku tabungan, airgun revolver, airgun laras panjang, peluru kuningan, dan buku catatan penjualan.

Iklan

“Barang bukti lain masih dikembangkan. Ada kita temukan riwayat transaksi. Sementara masih ditelusuri. Apakah terkait hubungan dengan pembelinya atau dengan bos yang di atasnya dia,” terang Helmi. MR sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dengan sangkaan pasal 112 dan atau 114 UU RI No35/2009 tentang narkotika. “Yang lainnya pengedar bawahannya dia (MR),” ujarnya.

Tersangka MR bukan kali ini saja tertangkap. Pada tahun 2018 lalu, MR terciduk memakai narkoba di salah satu kafe di kawasan Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. Dia divonis satu tahun enam bulan. Begitu bebas, MR main sabu lagi. Helmi berharap setelah penangkapan MR dapat mengurangi peredaran narkoba di Karang Bagu. Menurutnya, tidak ada celah bagi bandar menguasai suatu daerah.

“Itu hanya segelintir orang yang menggantungkan hidupnya dari narkoba untuk kepentingannya sendiri dengan mengorbankan hidup warga Karang Bagu yang lain. Tidak boleh ada bandara yang ciptakan kampung narkoba,” terangnya. Salah satu anggota KAI NTB I Ketut Sumertha menyebutkan MR pernah mengikuti pendidikan advokat pada 2017 lalu. “Saya sudah pastikan tadi, saya tanya kartu anggotanya dia bilang kelupaan. Kalau memang dia anggota ya tentu sanksinya dikeluarkan,” terangnya. (why)