OJK : Waspada Tawaran Gadai BPKB/Sertifikat Tanah Via SMS

Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat lebih waspada. Belakangan marak penawaran kredit melalui sms dari nomor tak dikenal. Bahkan, tawaran gadai BPKB atau sertifikat dengan menjanjikan dana gadai hingga miliaran.

Salah satu contoh penawaran semodel ini. “Gadai BPKB (Minim Rp2 juta) atau Sertifikat Tanah/Rumah (Minim Rp350 juta). Bunga 0,8-1,2 persen, bisa take over, maksimal Rp100 miliar”. Tawaran via sms ini, sekaligus juga dengan mencantumkan nama dan nomor ponsel yang bisa dihubungi.

Iklan

Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan menjelaskan, terhadap tawaran-tawaran seperti itu, menurutnya harus  waspada. Dapat dengan memastikan pemberi tawaran apakah memiliki lembaga resmi atau individu. Terhadap lembaga-lembaga resmi, tentunya sudah diawasi langsung oleh otoritas (OJK).

“Saran agar hati-hati. Diliat dulu penyedia dananya, apa perorangan? Lembaga yang diawasi OJK atau bukan? Kalo dianggap mengganggu bisa langsung dilaporkan,” ujarnya.

Sejauh ini, OJK NTB belum menerima laporan pengaduan dari masyarakat. Muhammad Abdul Mannan, Humas OJK NTB menambahkan, pola semacam itu, jika terindikasi penipuan, dapat dilaporkan langsung melalui layanan 1500655, atau 157. Atau melalui email langsung OJK pusat. Biasanya, pengaduan tawaran-tawaran seperti itu disampaikan langsung ke call center OJK pusat.

Sejauh ini, pola yang sering melalui sms penipuan yang melampirkan langsung nomor rekening. Contoh bunyi pesan SMS tipu-tipu ini “Kirim saja ke rekening xxx atas nama xxx.”  Atau contoh lain “Sebagai nasabah Yth rek anda dinyatakan resmi mendapat hadiah dari berkah BRIpoin dan kode cek anda 02591234. Untuk info, klik http://berkahpoinbri.blogspot.com.”

Jika baru satu atau dua kali menerima SMS spam seperti ini mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi bila tawaran tersebut terkirim setiap hari ke ponsel yang kita miliki,  tentu akan sangat mengganggu. Dan tanpa disadari, kita sedang menjadi target penipuan dengan modus transfer dana melalui SMS. Waspadalah.

Hal itu ditegaskannya sangat berpotensi merugikan. Karena itulah, perlu ada koordinasi dengan bank terkait untuk menindaklanjuti rekening bank terkait dugaan penipuan.

“Kalau sms seperti tawaran gadai dan kredit dari lembaga tidak resmi, itu tidak secara langsung merugikan. Tapi secara praktik, itu mirip rentenir online. Yang kita khawatirkan, tanpa pengawasan dari otoritas terkait. Mereka akan sewenang-wenang menetapkan bunga, penagihan, layaknya rentenir, sehingga meresahkan masyarakat,” jelas Mamet sapaan akrabnya.

Hal ini sebetulnya menjadi isu yang sangat menarik dibahas di ranah Satgas Investasi Bodong. Mamet juga mengatakan, seharusnya sudah ada koordinasi terkait tawaran-tawaran seperti ini di Satgas sendiri.

“Di Bareskrim saya fikir ada layanan untuk pelaporan hal tersebut. Selain di OJK Tapi semuanya masih di pusat, Satgas di daerah belum tahu detailnya,” demikian Mamet. (bul)