OJK NTB Berlakukan Pengaduan Secara “Online”

Farid Faletehan. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB mulai memberlakukan Standar Operasional Pelayanan (SOP) baru, mengurangi kontak langsung dengan pegawai. Pengaduan disarankan menggunakan layanan daring (online), atau melalui sambungan telepon.

“WFH (Work Frome Home/bekerja dari rumah) dimulai besok (hari ini, red). Tapi untuk pimpinan, tidak boleh WFH,” kata Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan kepada Suara NTB, Selasa, 17 Maret 2020. Pelayanan tetap berjalan, namun diarahkan untuk mengurangi pertemuan. Protap juga dilaksanakan, misalnya masyarakat yang berkunjung ke kantor OJK NTB, diharusnya membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang disediakan.

Iklan

Pelayanan langsung tak ditiadakan total. Kepada masyarakat yang ingin mendapatkan informasi SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) masih dilayani langsung pegawai OJK. Tetapi, pelayanannya, masyarakat hanya datang menyerahkan identitas diri (KTP). Informasi SLIK, selanjutnya akan dikirim melalui email, atau memanfaatkan layanan media sosial WhatsApp.

“Kita menjawabnya dari email atau WhatsApp. Kita mengurangi kontak langsung. Atau pengaduan juga bisa dilakukan dengan bersurat langsung,” jelas Farid. Sementara untuk layanan industri jasa keuangan (bank dan non bank), OJK telah menyurati seluruh industri jasa keuangan untuk membuat aturan internnya dalam mendukung penanganan penyebaran  potensi virus corona.

“Bank membuat sendiri aturan mainnya. Misalnya ada nasabah masuk ke bank, SOPnya tetap cuci tangan dengan pembersih. Pertemuan dengan nasabah juga bisa dikurangi untuk mengurangi risiko,” imbuhnya. Untuk pelayanan kepada nasabah bank ini, menurutnya banyak cara bisa dilakukan. Meskipun tidak dengan pelayanan langsung. Misalnya, pembukaan rekening dengan video call. Atau menggunakan teknologi yang ada di masing-masing bank. Dokumennya, bisa saja tetap diserahkan ke bank langsung. Tetapi kontak langsung dengan pegawai bank bisa saja dikurangi. “SOP di masing-masing bank, kita serahkan kepada bank itu sendiri,” demikian Farid. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional