OJK Minta Waspada Tawaran Investasi HIPO

Farid Faletehan. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada masyarakat, khususnya di Provinsi NTB untuk mempertimbangkan kembali tawaran investasi dari HIPO (Himpunan Pengusaha Online). Baru-baru ini Satgas Waspada Investasi (SWI) telah memanggil manajemen pusat HIPO untuk mengklarifikasi maraknya penawaran investasi dari HIPO secara berantai. Tanpa terkecuali juga di Provinsi NTB, tawaran ini dijumpai terutama di masyarakat-masyarakat yang pemahamannya kurang tentang industri jasa keuangan.

Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan menjelaskan, baru-baru ini SWI telah memanggil manajemen utama HIPO. Kemudian didapati sejumlah fakta tentang HIPO sesungguhnya. Bahwa, sesuai hasil klarifikasi, HIPO adalah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang melakukan kegiatan pelatihan dan pendidikan kepada pelaku usaha kecil. HIPO pada dasarnya bukanlah lembaga keuangan berizin yang bergerak pada jasa keuangan dan menawarkan investasi kepada masyarakat.

Iklan

“Ternyata HIPO ini hanyalah Ormas. Tidak ada izinnya untuk menghimpun dana masyarakat,” jelas Farid di ruang kerjanya, Rabu, 12 Februari 2020. Seperti diketahui, beragam jenis tawaran investasi kepada masyarakat. Polanya tetap berantai, Multi Level Marketing (MLM). Salah satu model tawaran dari HIPO adalah berinvestasi Rp1,5 juta. Investor dijanjikan pengembalian keuntungan setiap hari selama setahun senilai Rp10.855 atau setara dengan Rp3.962.075 setahun.

Dengan berinvestasi di HIPO, diklaim dapat menghemat pengeluaran bulanan. Misalnya pembayaran listrik dan lainnya. Kemana uang investasi tersebut dan siapa pengelolanya? Farid mengatakan, dengan adanya penegasan dari manajemen pusat HIPO, tegas bahwa tidak ada penawaran dari HIPO untuk penghimpunan dana seperti adanya informasi tawaran HIPO di masyarakat. Mungkin ada anggota HIPO yang berspekulasi membuat gurita penawaran investasi. Jika ada, seharusnya jelas, ada izin usaha dari Badan Penanaman Modal.

“Kita ingatkan kepada masyarakat, hati-hati,” demikian Farid. (bul)