OJK Dorong Pemda Dompu Jadi Pelopor AKSI Pangan

Dompu (Suara NTB) – Dalam rangka menyediakan akses keuangan kepada masyarakat, terutama masyarakat ekonomi rendah baik di kota maupun daerah terpencil, industri keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI mendorong terciptanya produk keuangan yang cocok untuk meningkatkan penghasilan dan taraf hidup masyarakat. Kabupaten Dompu termasuk salah satu daerah yang didorong menjadi pelopor program Akselerasi Keuangan Sinergi dan Inklusi (AKSI) bagi produksi pangan.

Hal itu menyusul ditetapkanya Dompu sebagai lumbung jagung nasional Tahun 2016 lalu, terlebih oleh Kementerian Pertanian daerah ini dianggap sebagai wilayah percontohan untuk model pembiayaan melalui pola pembiayaan rantai nilai. “Nawacita juga kan demikian. Bagaimana membangun dari pinggiran. Nah, OJK juga perlu mendorong pemda-pemda termasuk Pemda Dompu menjadi pelopor di dalam pelaksanaan program inklusi keuangan,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Rahmat Warianto dalam sambutannya di pendopo Bupati, Selasa, 23 Mei 2017.

Iklan

Yang ingin disasar dalam program ini jelas dia, terutama masyarakat di pedesaan dan tempat-tempat terpencil agar bisa mendapatkan akses pembiayaan apabila ingin menjadi wiraswasta. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, jagung merupakan salah satu industri strategis. Karenanya, semua elemen harus mendorong Kabuapaten Dompu sebagai guru dalam menopang ketahanan pangan nasional.

“Tahun 2016 produksi jagung meningkat 18,10 persen, pada saat yang sama inpor jagung juga menurun. Jadi, kalau 18,10 persen produksinya meningkat dari 19,6 juta ton tahun 2015 menjadi 23,2 ton pada tahun 2016. Impor menurun dari sebesar 3,2 juta ton menjadi sekitar 1 juta ton pada tahun 2016. Luar biasa, kontribusi dari Kabupaten Dompu yang terbesar,” jelasnya.

Dalam skup nasional, pihaknya melihat industri jasa keuangan bersama asosiasi NGO dan Vintek berhasil meningkatkan rata-rata hasil panen jagung dari 6-7 ton/Ha menjadi 10-12 ton/Ha. Partner AKSI Pangan dan viltrip penen raya jagung saat ini sebut Rahmat Warianto, di antaranya menghadirkan Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Andara, BPR Pesisir.

Sementara industri keuangan ECE, Jamkrindo, Vintek, Asosiasi Organisasi Mesicor Indonesia, Sigenta dan intansi terkait lainya. “Keterlibatan aktif masing-masing Patner menambah keberhasilan nilai program AKSI Pangan. Permasalah kekurangan sebagai penghambat jumlah masa tanam petani di Dompu dimulai dengan pembangunan sumur yang merupakan CSR dari PT BNI persero untuk masyarakat di Kecamatan Kempo,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam kesempatan itu menjelaskan lahan jagung yang ditanami saat ini merupakan lahan yang tergantung dari air hujan. Begitu jagung selesai dipanen, petani Dompu melakukan penanaman kacang hijau.

Program jagung yang digalakan ini menjadi sedemikian menarik menurut dia, karena masyarakat memiliki bahan pembanding seperti halnya padi. Tapi sampai hari ini ternyata uang jagung masih jauh lebih manis daripada uang yang lain. “Sekarang rakyat saya di ujung barat Kabupaten Dompu sudah mulai protes, kami kok disuruh tanam tebu, yang di sana disuruh nanam jagung. Karena tebu ini datang belakangan. Ya nanti tinggal petani memutuskan, kalau nanti uang tebu lebih manis, tinggalkan saja jagungnya. Karena tugas saya memastikan orang Dompu punya uang banyak sehingga mampu membeli dan membayar apapun yang dia butuhkan,” ujarnya.

Tujuh tahun lalu tambah Bupati, daerah ini sangat lekat dengan kemiskinan. Rumah masyarakat adalah rumah panggung yang terpaksa ditopang dengan tiang tambahan agar tidak roboh. Kenapa demikian? Bertani sejak dulu hasilnya hanya cukup untuk bertahan hidup, 1 Ha padi gunung atau kedelai nilainya hanya sekitar Rp.5 juta. Tapi begitu diganti dengan jagung jika produksinya 8 ton/Ha dikali Rp.3 ribu per kg, maka sudah ada Rp.24 juta hasil penen masyarakat.

Dan 70-80 persen petani jagung saat ini sebut dia, adalah debitur dari bank yang ada melalui program KUR “Jadi kalau sekarang ke kampung-kampung banyak rumah permanen yang belum diplester, lantainya belum dikeramik kalau ditanya jawabannya seragam, tunggu hasil panen tahun depan,” pungkasnya. (jun/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here