OJK Dorong Makin Banyak Member LTC Berani Lapor

Farid Faletehan. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Aparat sudah mendapatkan pintu masuk untuk penanganan kasus investasi ilegal yang sudah banyak menghimpun dana masyarakat. Beberapa orang telah melapor ke Polda NTB, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB. laporan ini yang sidang didalami oleh Satgas Waspada Investasi (SWI). Didalamnya termasuk dari unsur aparat penegak hukum.

Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan menggelar jumpa pers, Rabu, 15 April 2021 di Hotel Santika. Setelah SWI melakukan pertemuan, mendalami laporan anggota Lucky Trade Community (LTC) yang sudah berani terbuka. Karena merasa sudah dirugikan oleh investasi abal-abal LTC.

Iklan

Farid Faletehan didampingi Humas OJK NTB, Muhammad Abdul Mannan menjelaskan, telah menerima laporan resmi dari beberapa member LTC. Karena janji-janji keuntungan investasi yang cukup besar, tidak terealisasi. Berdasarkan informasi yang digali dari member. LTC yang dibentuk oleh LM, asal Ampenan, Kota Mataram telah berhasil menarik jaringan dari sejumlah daerah di Indonesia. dan jumlahnya mencapai 62.000.

LTC diketahui sudah kewalahan untuk mengembalikan dana yang diinvestasikan oleh member. LTC disebut-sebut telah goyang. Namun anehnya, tidak banyak masyarakat yang berani melapor. Diduga karena khawatir dana mereka tidak dikembalikan pengelola.

Pendiri LTC, lanjut Farid. Telah diklarifikasi Polda NTB. Bahkan SWI pusat. Secara daring juga sudah dilakukan pertemuan. Dari klarifikasi yang dilakukan, pendiri dan pengelola LTC telah mengakui LTC tidak berizin. Izin yang dimiliki dari BKPM adalah izin perdagangan eceran. Bukan izin menghimpun dan mengelola dana.

OJK sendiri juga sudah tegas menyatakan LTC illegal. Bersama sejumlah investasi serupa lainnya. OJK juga sudah meminta kepada masyarakat agar tidak ikut sebagai member. Farid menambahkan, informasi yang sudah dihimpun diketahui, LTC tidak bisa lagi mengembalikan dana yang diinvestasikan oleh member.

“Kalau sebelumnya dana yang terhimpun oleh LTC seratusan miliar. Kalau melihat jumlah membernya, bisa jauh lebih besar,” imbuhnya. Farid mengatakan,  tidak mampu mengembalikan dana member, pengelola LTC yang sudah kelimpungan mencoba mempengaruhi member untuk menyetujui mengalihkan dana ke LBC, investasi abal-abal serupa yang dibuat.

“LTC, maupun LBC, tidak ada izin sama sekali. Illegal,” jelas Farid. Farid juga mengakui, pengelola LTC sangat pandai mempengaruhi masyarakat. Bahkan dengan menggandeng tokoh-tokoh sebagai jualannya. Setiap klarifikasi yang dilakukan oleh aparat dan otoritas, seolah-olah adalah proses untuk melegalkan investasi ini agar masyarakat lebih banyak percaya. Tertarik, lalu berinvestasi. Padahal, member terakhir adalah calon-calon korban.

Karena itu, masyarakat didorong untuk berani terbuka. Dan melapor. Otoritas juga menjamin identitas pelapor tidak mencuat ke publik. Dengan laporan itulah, maka aparat akan lebih mudah menangani kasus ini. laporan-laporan yang sudah masuk ini, selanjutnya akan terus didalami. Baik oleh Polda NTB, maupun OJK. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional