ODGJ di Bima Meninggal Gantung Diri

Tim medis Puskesmas Wera saat melakukan pemeriksaan luar terkait penyebab kematian Mirwan, Selasa, 4 Mei 2021.(Suara NTB/Polres Bima Kota)

Bima (Suara NTB) – Mirwan (30), pria asal Desa Wora Kecamatan Wera Kabupaten Bima, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Kejadian itu diketahui sang ibu dan mengejutkan warga sekitar pada Selasa, 4 Mei 2021 Pukul 10.00 Wita. Kuat dugaan keputusan tersebut diambil lantaran depresi berat akibat gangguan mental yang dialami setahun terakhir.

Kasubbag Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufrin kepada Suara NTB menyampaikan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut ditemukan terbujur kaku dalam kondisi leher terlilit tali pertama kali oleh sang ibu, Kamsiah (60).

Iklan

Mendapati sang anak tergantung, Kamsiah sontak berteriak meminta pertolongan suami dan warga sekitar. “Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan kaku dengan lilitan tali di leher,” terangnya.

Mendengar kabar pria yang dikenal mengidap gangguan jiwa itu bunuh diri, warga sontak berdatangan. Pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Wera.

Tiba di TKP, lanjut Jufrin, jajaran dibantu warga sekitar langsung mengevakuasi korban dari kamar tidur tempatnya mengakhiri hidup.

Upaya pemeriksaan kemudian dilakukan tim medis Puskesmas Wera yang juga mendapat pengaduan warga soal peristiwa tersebut. “Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Upaya pemeriksaan mendalam dengan cara autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban, sempat ditawarkan tim medis dan aparat kepolisian. Hanya saja, rencana itu ditolak pihak keluarga dengan alasan korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Menurut mereka, Mirwan sudah setahun lamanya mengalami gangguan mental. Kondisinya makin parah sejak Januari 2021. Ketika hilang ingatan, ia kerap kali mengamuk bahkan sampai menganiaya istrinya. Hal itu juga yang memaksa sang istri dan anaknya meninggalkan korban seorang diri di rumah.

Atas keterangan dan permintaan saksi-saksi tersebut, aparat kemudian menyerahkan sepenuhnya penanganan jenazah pada pihak keluarga. “keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dengan alasan korban mengalami gangguan jiwa,” pungkasnya. (jun)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional