Objek Wisata Tibu Ramai, Berani Berinvestasi di Tengah Pandemi

Objek Wisata Tibu Ramai yang mulai ramai dikunjungi warga di sekitar Sakra. Objek wisata baru ini juga banyak juga dikunjungi warga dari Lombok Tengah dan daerah lainnya.(Suara NTB/rus)

Objek Wisata Tibu Ramai Dusun Sakra Bat, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terbilang cukup ramai didatangi pengunjung. Objek wisata yang dibuka usai Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu lalu ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi warga untuk berlibur bersama keluarga. Investasi pembangunan objek wisata ini terbilang cukup berani di tengah kondisi resesi ekonomi di tengah situasi pandemi.

PENGELOLA destinasi ini, Hendri Riza Septian, saat ditemui Senin, 24 Mei 2021 menuturkan, ia sudah menghabiskan sekitar Rp2 miliar untuk penataan destinasi di sana. Nilai tersebut katanya merupakan akumulasi dari pembebasan lahan milik warga, pembangunan kolam pemancingan, kolam tempat mandi dan fasilitas penunjang lainnya. Termasuk pula di dalamnya, penembokan tanah.

Iklan

Meski terlihat belum rampung sepenuhnya penataannya, namun areal wisata seluas 45 are ini ini cukup digemari warga. Kebijakan pemerintah daerah Lotim untuk tutup setelah lebaran beberapa waktu lalu turut dipatuhi meski pengunjung sebenarnya cukup ramai datang. “Kita terpaksa tolak dulu sampai diberikan izin buka kembali Senin kemarin,” tuturnya.

Hari pertama buka, pengunjung sudah tembus 200 orang. Masuk Tibu Ramai ini cukup dengan membayar karcis Rp5 ribu per orang. “Sekarang ini, rata-rata 150 orang per hari,” sebutnya. Melihat perkembangan pengunjung, dinilai objek wisata buatan tersebut cukup potensial untuk dikembangkan. “Sehari pernah kita dapat Rp4 juta,” tuturnya lagi.

Tibu Ramai sendiri kata Hendri merupakan nama sungai yang ada di samping objek wisat aini. Nama sungai ini kemudian dinobatkan sebagai nama objek wisata ini karena tempat tersebut cukup terkenal di kalangan masyarakat sekitar Sakra. “Dulu tempat ini ramai sebagai tempat pemandian warga,” sebutnya. Ada dua titik mata air yang dialirkan langsung mengisi kolam.

Tidak jauh dari lokasi ini, ada sebuah jembatan yang terkenal dengan nama Jembatan Cinta. Nama jembatan ini katanya bukan tanpa alasan. Konon , jembatan tersebut kerap menjadi tempat pertemuan dua sejoli menyatakan ikrar cintanya.  Kampung tempat objek wisata ini pun dikenal juga dengan sebutan Gubuk Jembatan Cinta.

Hendri yang juga anggota Polres Lombok Timur ini menuturkan, awalnya ia hanya ingin membuka kolam pemancingan. Mancing ikan segar dan bisa bakar langsung. Bukan kolam renang. Namun belakangan, dilihat trennya cukup bagus sehingga ia pun tertarik untuk membuat kolam renang. Alhasil, spekulasinya ini potensial untuk menghasilkan pendapatan yang menggiurkan. Sehingga tempat wisata ini pun dilengkapi juga dengan lesehan menyediakan menu-menu khas masakan Sasak.

Camat Sakra, Ahmad Subhan yang dikonfirmasi terpisah mengaku terus mendorong para pelaku usaha untuk berinvestasi mengembangkan potensi ekonomi yang ada. Termasuk potensi bidang pariwisata. Diyakini, semakin banyak yang mau berinvestasi maka akan mempercepat kebangkitan ekonomi di tengah situasi pandemi. Camat mengatakan pihaknya turut membantu promosi sehingga objek wisata ini bisa terus berkembang dengan baik. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional