Objek Wisata Masih Tak Diizinkan Buka

Pantai Ekas Buana di bagian selatan Lotim merupakan salah satu objek wisata andalan. Namun, objek wisata di Lotim masih ditutup sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Ramainya kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata saat ini membuat Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) harus bersikap tegas. Pasalnya, hingga saat ini seluruh objek wisata khususnya di Kabupaten Lotim masih belum diizinkan buka atau beroperasi menyusul masih terjadinya pandemi virus Corona (Covid-19).

Kepala Dispar Lotim, Dr. M. Mugni, Selasa, 9 Juni 2020, tidak menampik keramaian yang terjadi di tempat wisata, seperti kejadian di objek wisata Sembalun pada akhir pekan lalu. Katanya, pembukaan ke objek wisata kelas dunia yang terletak di Kaki Gunung Rinjani itu belum diperbolehkan, sehingga pihak dari Dispar Lotim kembali melakukan penutupan dan tidak diperkenan wisatawan masuk untuk berwisata.   “Untuk Sembalun itu mereka buka sendiri. Tapi kita langsung tutup lagi begitu dapat info,”terangnya.

Iklan

Dispar Lotim meminta kepada seluruh pengelola objek wisata di daerah ini untuk menghentikan sementara segala aktivitasnya. Langkah tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) yang saat ini sudah menyebar secara global ke seluruh dunia. Selain objek wisata, tempat hiburan juga diingatkan untuk tidak beraktivitas.

Permintaan penutupan objek wisata dan tempat hiburan itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan Dispar Lotim, Nomor:807/093/PAR/2020 prihal penutupan objek wisata atau tempat hiburan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Penutupan itu juga sebagai wujud menindaklanjuti surat edaran Bupati Lotim, Nomor:150/103/KBPDN/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Maka dari itu, Dispar Lotim mengimbau kepada semua pengelola objek wisata atau tempat hiburan yang ada di Kabupaten Lotim untuk menutup sementara dengan tidak melakukan aktivitas sampai tanggal 28 Maret 2020. “Penutupan kita harapkan dapat dijalankan oleh para pengelola objek wisata sejak dikeluarkannya imbauan ini,”terang Mugni.

Dalam penutupan objek wisata ini, lanjutnya, bekerjasama dengan Satpol PP Lotim untuk melakukan patroli memastikan jika pihak pengelolan objek wisata menjalankan imbauan tersebut. Bahkan Pemda Lotim meminta supaya dilakukan penertiban dan tindakan tegas apabila adanya yang membandel. (yon)