Obati Pasien Covid-19 Gejala Berat, NTB Mulai Terapkan Terapi Plasma Darah

H. Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – NTB mulai menerapkan terapi plasma darah atau plasma konvalesen untuk mengobati pasien Covid-19 gejala berat. Terapi plasma darah sudah bisa dilakukan di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB dan hasilnya cukup signifikan.

‘’RSUD NTB sudah bisa melakukan terapi konvalesen. Pasien-pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, kita screening kemudian diambil darahnya,’’ kata Direktur RSUD NTB, dr. H.Hamzi Fikri,MM, MARS, di Mataram, Selasa, 17 November 2020.

Iklan

Kemudian darah dari mantan pasien Covid-19 yang sudah sembuh tersebut dipisah plasmanya. Ia mengatakan RSUD NTB, sudah memiliki alat untuk memisahkan plasma darah tersebut. Setelah dipisah, kemudian ditransfusikan ke dalam tubuh pasien Covid-19 dengan gejala berat.

‘’Alhamdulillah, beberapa kasus dengan terapi konvalesen menunjukkan hasil yang signifikan,’’ ucapnya.

Ia berharap kepada pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Kemudian ingin mendonorkan darahnya supaya datang ke RSUD NTB. ‘’Kami akan men-screening, darah tersebut berguna bagi pasien-pasien Covid-19 yang masuk rumah sakit dalam keadaan berat,’’ tandasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, Senin, 16 November 2020, jumlah pasien Covid-19 yang sudah sembuh sebanyak 3.697 orang dari total jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 4.480 orang. Sedangkan pasien yang masih dirawat atau kasus aktif sebanyak 545 orang dan meninggal 238 orang.

Sebagaimana diketahui, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan secara resmi memulai penelitian Uji Klinik Terapi Plasma Konvalesen pada pasien Covid-19 pada Selasa, 8 September 2020. Uji klinik ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/346/2020 tentang Tim Penelitian Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen Sebagai Terapi Tambahan Covid-19.

Penggunaan plasma darah dalam pengobatan bukanlah hal baru. Penggunaan plasma dari penderita yang sembuh sebagai terapi telah dilakukan untuk pengobatan pada wabah penyakit flu babi pada tahun 2009, Ebola, SARS, dan MERS.

Sesuai namanya, terapi ini dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19. Para penyintas Covid-19 ini bisa menjadi donor plasma konvalesen dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan memenuhi persyaratan. (nas)