Nyale Sedikit Bukan Karena Penanggalan yang Keliru

Mataram (suarantb.com) – Sedikitnya nyale yang keluar ke permukaan laut pada puncak perayaan Festival Bau Nyale 2017, Jumat, 17 Februari 2017 disebut bukan akibat penanggalan yang keliru. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah (Loteng), H. Lalu Putria mengatakan penentuan puncak perayaan festival ini telah melibatkan pemangku dari empat penjuru angin.

“Tidak keliru, karena dalam menentukan tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak menggunakan pemangku dari empat penjuru angin datang rapat ke tempat ini.  Dengan pendekatan ilmu perbintangan, ilmu maritim dan ilmu angin itu yang dipadukan. Dan juga dengan memanfaatkan tanda-tanda alam seperti terdengarnya tengkerek,” jelasnya.

Iklan

Kemunculan nyale dalam setiap perayaan Bau Nyale telah diprediksikan terlebih dahulu.

“Setiap pelaksanaan Bau Nyale pasti kita ada penyamo namanya. Penyamo itu memberi tahu kepada masyarakat bahwa akan datang nyale. Kemudian menurut kebiasaan, hari ini akan lebih banyak nyalenya,” jelas Putria.

Ia juga menyatakan sedikitnya nyale yang keluar tidak mengurangi nilai luhur dari perayaan tahunan ini. Masyarakat tidak sepenuhnya datang untuk menangkap nyale.

“Kita tidak akan takut, ada atau tidak adanya nyale. Itu sebenarnya tidak terlalu menjadi ikatan masyarakat Sasak untuk datang ke sini. Karena yang datang ini tidak semua akan nangkap nyale,” katanya.

Kedatangan masyarakat ke Pantai menurutnya dalam rangka menyambut Putri Mandalika. Dalam legenda masyarakat Sasak, nyale disebut sebagai jelmaan Putri Mandalika yang menceburkan diri ke laut untuk menghindari perang dari dua kerajaan.

“Masyarakat datang ke sini bukan hanya untuk nyalenya, kita ini datang untuk menyambut perayaan Putri Mandalika. Hingga nanti ada ritual Nede Rahayu Ayuning Jagat. Nede itu mohon, Rahayu itu keselamatan, Ayuning Jagat untuk keselamatan jagat raya beserta isinya,” paparnya.

Berbeda dengan keyakinan Putria, fakta di lapangan justru berkata lain. Masyarakat yang turun berburu nyale pagi tadi mengaku kecewa karena nyale yang muncul sedikit.

Salah seorang pemburu nyale, Amek mengaku sudah mulai berburu sejak pukul 03.00 dini hari. Namun, hasil yang didapat hanya sedikit. Bahkan kurang dari seperempat botol ukuran 600 mililiter.

Senada dengan Amek, Iman juga pulang dengan tangan hampa. “Saya cuma dapat satu biji. Malam Kamis kemarin saya dapat banyak. Setiap tahun saya sering dapat, tahun-tahun kemarin banyak.  Mungkin sekarang sedikit karena lebih banyak yang datang,” ujarnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here