Nur-Salam Jadikan Perempuan Sebagai Pilar Kekuatan Ekonomi Sumbawa

Cabup Sumbawa, Nurdin Ranggabarani tengah berdialog dengan emak-emak di Sumbawa. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kandidat bakal pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Nurdin Ranggabrani-Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam) berkomitmen mengangkat martabat perempuan Sumbawa. Sebab, peran perempuan sangatlah vital mempengaruhi pembangunan di berbagai sektor, seperti pendidikan dan ekonomi.

Pada sektor pembangunan manusia, posisi dan peran perempuan sangat strategis, pasalnya perempuanlah guru pertama bagi anak-anak. Kualitas tumbuh kembangnya anak tidak saja dibentuk dari proses pendidikan formal, tetapi juga akan sangat dipengaruhi oleh pendidikan non formal dalam keluarga.

Iklan

“Kami ingin perempuan-perempuan Sumbawa, menjadi pilar ilmu dalam keluarga, baik ilmu tentang kehidupan duniawi, terlebih ilmu agama sebagai bekal kehidupan ukhrawi. Perempuan akan menjadi guru pertama dan terdekat bagi anak-anaknya. Perempuan punya peran besar dalam menyiapkan generasi terbaik masa depan Sumbawa,” ujar Nurdin, Senin, 21 September 2020.

Selain di sektor pendidikan, perempuan juga punya potensi yang sangat besar dalam pembangunan ekonomi. Karena itu perempuan tidak saja hanya bisa menjadi beban ekonomi keluarga, tetapi justru bisa menjadi kekuatan ekonomi keluarga jika perempuan diberdayakan.

“Kami ingin perempuan Tana Samawa, menjadi pilar kemandirian ekonomi keluarga. Sebagaimana Tau Swai Samawa lazimnya masa-masa yang lampau. Dimana perempuan kala itu bukanlah beban bagi ekonomi keluarga. Justru menjadi penguat yang seimbang dan mandiri. Karena mereka juga bekerja sesuai profesi suaminya. Sebagai petani, peternak, bahkan nelayan, juga pedagang,” ujar Nurdin.

Karena itu, salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan Nur-Salam yakni membangun kemandirian perempuan lewat kebijakan yang lebih berpihak kepada pembangunan kualitas perempuan Sumbawa. Nur-Salam meyakini, jika perempuan diberikan kesempatan dan perhatian, maka bisa menjadi modal kuat
(ndi)