Nunggak Pajak, Papan Reklame akan Ditutup

H. M. Syakirin Hukmi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram ingin mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi. Salah satu sumber pendapatan cukup potensial adalah reklame. Kali ini, pengusaha reklame tidak bisa lalai membayar pajak. Sekali menunggak, papan reklame akan ditutup.

Kepala BKD Kota Mataram,  H. M. Syakirin Hukmi menyampaikan, pihaknya sudah cukup intens melakukan pendataan titik – titik reklame di Kota Mataram. Termasuk menginventarisir mana yang telah jatuh tempo. Data yang sudah dikumpulkan akan diperiksa lebih lanjut terkait perizinan dan pajak. “Kalau jumlahnya saya tidak hafal, tetapi mereka sebagian sudah setor pajak,” kata Syakirin ditemui akhir pekan kemarin.

Iklan

BKD sedang berusaha mengoptimalkan potensi PAD, baik dari sektor pajak maupun retribusi. Syakirin mengaku, sedang merancang regulasi bahwa reklame yang berakhir atau jatuh tempo membayar pajak dan tidak segera melunasi akan ditutup. Penutupan papan reklame akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga sesuai dengan kewenangan. “Begitu berakhir akan diinformasikan ke pemiliknya. Kalau tidak melakukan pengurusan izin dan pembayaran pajak akan ditutup,” tegasnya.

Di tahun 2019 lalu, reklame menunggak ditutup bahkan dipotong. Pemotongan itu melibatkan instansi teknis seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Satuan Polisi Pamong Praja. Kali ini demikian kata Syakirin, pihaknya ingin mandiri untuk pendisiplinan pembayaran pajak. Oleh karena itu, anggaran perlu dipersiapkan untuk mengeksekusi papan reklame yang menunggak. “Pihak ketiga kita suruh tutup bahwa reklame ini belum bayar pajak atas perintah dari BKD,” ucapnya.

Papan reklame baru bisa dibuka apabila pengusaha telah mengurus izin kembali dan membayar tunggakan pajak. Optimalisasi penarikan pajak dikarenakan target pajak reklame di tahun 2021 sekitar Rp4,5 miliar. Target ini cukup besar sehingga diperlukan cara untuk mengoptimalkan pendapatan tersebut. “Alhamdulillah, tahun 2020 tercapai 100 persen,” demikian kata Syakirin. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional