Nunggak Iuran BPJS, Ini Alasan Masyarakat Dompu

Dompu (Suara NTB) – Dari 14.000 lebih warga Dompu yang memegang kartu BPJS kesehatan, terutama kategori mandiri hanya 24 persen yang rutin membayar iuran, sisanya menghindar dengan berbagai alasan. Akibatnya, ribuan kartu jaminan kesehatan tersebut dinonaktifkan untuk sementara waktu.

Kepala BPJS Kabupaten Dompu, M. Zainuddin mengaku, hanya 24 persen masyarakat diwilayah ini yang rutin membayar iuran BPJS tiap bulan, sisanya tak mau membayar dengan alasan tidak pernah memafaatkan pusat pelayanan kesehatan, tidak mampu membayar dan membayar hanya pada saat berobat saja.

Iklan

“Alasan mereka ada yang mengatakan karena tidak sakit ya tidak membayar, ada juga yang tidak mampu membayar dan hanya membayar pada saat sakit saja,” ungkap dia kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis, 19 April 2018.

Dalam ketentuannya, jelas Zainuddin, pemenggang kartu BPJS tersebut wajib membayar iuran perbulan sesuai dengan kelasnya masing-masing. Pada kategori mandiri misalnya, untuk kelas I Rp 80 ribu/orang, kelas II Rp51 ribu/orang dan kelas III Rp25.500/orang.

Sebelum kartu tersebut dicetak dan diberikan pada pemohon, tegas dia, BPJS tetap menghimbau agar masyarakat mengambil kelas sesuai dengan kemampuan, kalau betul-betul tidak mampu disarankan agar melaporkan dirinya ke Dinas Sosial (Dinsos) setempat. “Kalau memang benar-benar tidak mampu silakan lapor ke Dinsos itu sistemnya sekarang,” ujar dia.

Mengingat banyaknya masyarakat yang belum menunaikan kewajiban tersebut membuat pihaknya terpaksa menonaktifikan kartu BPJS penunggak untuk sementara waktu. Akan dapat digunakan kembali ketika iuran tersebut sudah dilunasi. Dalam aturan baru saat ini, kata Zainuddin, meski masyarakat menunggak iuran 1-2 tahun mereka hanya akan dibebani iuran maksimal untuk 13 bulan saja.

Dan bagi mereka yang membayar biaya rawat inap di RSUD setempat pada saat kartu BPJS-nya terblokir dipastikan akan dikenakan denda, terkecuali ditangani oleh pihak puskesmas atau dirawat jalan. “Kalau posisi kartunya terblokir dia masuk rumah sakit dia bayar saat itu juga kena denda. Dia bayar dulu tunggakannya baru dihitung dendanya,” jelas dia. (jun)