NU dan DMI NTB Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

Wakil Ketua PWNU NTB, H.L.Winengan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makassar, menuai kecaman dari berbagai pihak. Tak terkecuali, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Nusa tenggara Barat (PWNU NTB) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) NTB yang mengutuk keras aksi bom bunuh diri di gereja tersebut. Dua organsiasi besar itu meminta agar pelaku dan jaringan teroris dikejar dan ditangkap serta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Karena aksi itu tidak dibenarkan baik oleh aturan negara maupun agama manapun khususnya Islam.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua PWNU NTB yang juga Pengurus DMI NTB, H.L. Winengan, Selasa, 30 Maret 2021. “Kami atas nama Wakil Ketua PWNU NTB dan Dewan Masjid Indonesia NTB, mengutuk aksi bom bunuh diri di Makassar. Jadi apa yang dilakukan itu tindakan yang tidak benar, melanggar aturan negara. Dan apa yang diajarkan agama kita, agama Islam,”tegas dia. Menurutnya, aliran garis keras yang melakukan aksi semacam ini tidak pantas hidup di Indonesia.

Iklan

Pemerintah dan aparat keamanan harus melakukan penindakan tegas terhadap pihak yang diduga terlibat dan bertanggung jawab atas kejadian ini. Di manapun mereka berada, jaringan teroris ini harus dikejar. Bahkan di NTB, pascabom bunuh diri itu dilakukan penangkapan terhadap terduga jaringan teroris oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Mereka diduga berafiliasi dengan Jamaah Asharut Daulah (JAD) Bima.

Karena di NTB semua umat cinta damai, baik umat Islam, Kristen, Hindu dan umat agama lainnya. “NTB ini daerah ini cinta damai, penuh toleransi, baik itu antara Islam dan Kristen, antara Islam dan Hindu dan agama lain sudah hidup rukun berdampingan,”jelas dia.

Pihaknya meminta semua jaringan yang berkaitan dengan teroris ditangkap. Ia juga tidak membenarkan dan menolak keras jika ada kelompok radikal tertentu dalam melakukan aksi terorisme mengatasnamakan Islam. “Itu tidak benar. Karena agama Islam dan nabi Muhammad SAW, tidak pernah mengajarkan membunuh sesama manusia, sesama umat. Apalagi membunuh dirinya sendiri atas nama jihad. Tidak benar jihad dengan membunuh diri sendiri dan sesama umat,”jelas dia. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga NKRI dari aksi terorisme. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional