Terima Kunker DPD RI, Gubernur Dorong Pembangunan SDM dan Pemerataan Pendidikan

0
5
Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menerima kunker Komite III DPD RI di ruang kerjanya, Selasa, 18 Februari 2020.(Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menerima kunjungan kerja (kunker) Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua I Komite III DPD RI, Evi Apita Maya, SH, M.Kn bersama rombongan di Ruang Kerja Gubernur, Selasa, 28 Februari 2020.

Adapun kunker Komite III DPD RI ke NTB dalam rangka inventarisasi materi terkait penyusunan RUU Perubahan atas UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Dimana lingkup tugas Komite III DPD RI pelaksanaannya menyangkut urusan Pendidikan, Agama, Kebudayaan, Kesehatan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kesejahteraan Sosial, Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ekonomi Kreatif, Pengendalian Kependudukan/Keluarga Berencana dan Perpustakaan.

Dalam rapat Kunjungan Kerja tersebut Gubernur menyambut dan mengapresiasi kehadiran Komite III DPD RI di Bumi Gora. “Selamat datang di Nusa Tenggara Barat, alhamdulilllah kami hadir lengkap. Pak Sekda, para asisten, Dispora, Dinas pendidikan, RSUD, Kepala Bappeda, hingga ITDC juga hadir menyambut,” ucap Gubernur.
“NTB adalah provinsi yang olahraga perorangannya selalu juara. Ada cabang lari, tinju, dan masih banyak lagi. Alhamdulilllah,” lanjut Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan harapan – harapannya, agar DPD mampu membangun SDM dan kapasitas anak muda di NTB dan Indonesia. “Di NTB, kami punya program strategis dengan mengirim 1000 anak NTB keluar negeri, khususnya bidang science dan teknologi. Bukan karena kami punya banyak uang, bukan juga karena pendidikan di sini tidak baik. Namun karena kami ingin merawat kebhinekaaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan NTB mengirim anak-anak muda ke luar negeri agar persatuan dan kesatuan itu dirasakan betul oleh mereka. Yang mereka rasakan saat ini, ketika sedikit saja nama Indonesia tergores, mereka akan bereaksi. Namun berbeda jika mengirim anak-anak muda ini ke Jawa, yang ada adalah mereka membentuk perkumpulan kesukuan, bukan dalam bingkai memaknai keberagaman dan kebhinekaaan Indonesia.

  Perapian Kandang Sapi Diduga Penyebab Terbakarnya Dua Rumah di Sambelia Terbakar

Pada kesempatan tersebut, ia mengusulkan agar DPD dapat mendorong pembangunan kampus-kampus dan pemerataan pendidikan khususnya Indonesia Timur. “Memajukan Indonesia bagian timur adalah merawat kebhinekaan, terlebih dengan sistem seperti saat ini, rekan-rekan DPD semua harus memberi perhatian lebih dengan membangun kampus-kampus di timur,” harapnya.

Gubernur memberikan contoh dan kasus yang terjadi di lapangan. Misalnya anak-anak yang mau masuk sekolah kedinasan. Ada 10 anak-anak di Indonesia Timur yang memperoleh nilai 9, namun ketika tes ternyata ada 1.000 anak-anak lain di Jawa yang nilainya 10. “Ini tentu kondisi yang pahit,” jelas orang nomor satu di NTB tersebut.

Selain itu, Gubernur juga mengusulkan agar sekolah-sekolah kedinasan juga bisa dibangun di luar jawa. “IPDN, sudah tidak lagi di Jawa Barat, ada di beberapa daerah. Coba dibayangkan jika STTD, STAN, STIS ada di semua daerah. Ini tentu akan mendorong integrasi antar anak bangsa, kebhinekaaan dan keberagaman yang kita inginkan.

“Komite III harus berbicara untuk mendorong pembangunan ke wilayah timur. Jika tidak begitu, disintegrasi, keberagaman, kerukunan tidak ada artinya, karena tidak ada kesejahteraan,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 4 =