5000 KK di NTB Belum Tersentuh Listrik

Ilustrasi pemasangan jaringan listrik. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB menyebutkan sebanyak 5.000 Kepala Keluarga (KK) warga NTB yang belum tersentuh listrik. Kebanyakan masyarakat yang belum menikmati listrik ini berada di dusun-dusun terpencil yang jauh dari jaringan listrik PLN.

Sekretaris Dinas ESDM NTB, Ir. Zainal Abidin, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 14 Februari 2020 kemarin mengatakan sebanyak 5.000 KK warga yang belum dialiri listrik tersebut akan menjadi prioritas penanganan. Tahun ini, NTB mendapatkan bantuan sebanyak 1.000 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Kementerian ESDM.

Zainal menjelaskan, rasio elektrifikasi atau jumlah masyarakat NTB yang sudah menikmati listrik pada 2019 sudah berada di atas 99 persen lebih. Namun masih ada juga masyarakat yang menyambung listrik dari tetangga.

Ia menyebutkan, jumlah masyarakat atau rumah tangga yang menyambungkan listrik dari tetangga sebanyak 19.500 KK di NTB. ‘’Jadi PR (pekerjaan rumah) kita juga banyak. Sebanyak 19.500 KK yang nyambung ke rumah tetangga. Ditambah dengan masyarakat yang belum tersentuh jaringan PLN sekitar 5.000 KK,’’ sebutnya.

Baca juga:  Cegah Penyebaran Corona, PLN Tawarkan Kemudahan Pembayaran

Zainal mengatakan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp37 miliar untuk membantu masyarakat yang masih nyantol listrik di rumah tetangga dengan bantuan listrik murah. Sementara untuk 5.000 KK yang belum tersentuh aliran listrik, Zainal mengatakan akan diintervensi dengan membangun PLTS ataupun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Karena lokasinya yang jauh dari jangkauan jaringan listrik PLN. Tahun ini, sebut Zainal, NTB mendapatkan bantuan 1.000 unit PLTS dari Kementerian ESDM. Dari 1.150 unit PLTS yang diusulkan, Kementerian ESDM hanya menetujui sebanyak 1.000 unit.

‘’Yang kita butuhkan banyak. Bayangkan di dusun-dusun terisolir belum masuk listrik. Jangankan di Pulau Sumbawa, daerah Sembalun saja banyak dusun  yang masih gelap. Kalau di desanya memang ada jaringan listrik. Tapi di dusun-dusun itu masih banyak yang belum tersentuh listrik,’’ ujarnya.

Baca juga:  ‘’Lingsar’’, Motor Listrik Buatan SMK Bangkitkan Daya Saing NTB

Sepanjang 2019 lalu, sebanyak 6.800 KK atau rumah tangga tidak mampu yang diberikan bantuan pasang baru listrik. Yang berasal dari Kementerian ESDM, Pemda dan CSR perusahaan yang ada di NTB.

Kementerian ESDM sebanyak 1.525 rumah tangga, Pemprov NTB sebanyak 950 rumah tangga, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Lombok sebanyak 318 rumah tangga, PT Amman Mineral Nusa Tenggara sebanyak 2.500 rumah tangga, PT. Pelni (Persero) sebanyak 100 rumah tangga, PT Asabri sebanyak 50 rumah tangga, dan PT Pontil sebanyak 200 rumah tangga.

Sementara PLN memberikan bantuan pasang baru listrik untuk 1.157 rumah tangga. Dengan rincian 1.000 RT dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan 157 rumah tangga.

Baca juga:  Pelayanan Listrik Diberlakukan Serba Digital

Penerima bantuan pasang baru listrik gratis ini tersebar di seluruh NTB, yaitu Kabupaten Bima sebanyak 575 rumah tangga, Kota Bima sebanyak 83 rumah tangga, Kabupaten Dompu 181 rumah tangga, Kabupaten Sumbawa sebanyak 1.360 rumah tangga, Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 397 rumah tangga, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 887 rumah tangga, Kabupaten Lombok Tengah 2.197 rumah tangga, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 869 rumah tangga, Kabupaten Lombok Utara sebanyak 201 rumah tangga. Hingga November 2019, rasio elektrifikasi di NTB telah mencapai 99,6 persen.

Berdasarkan data Pemprov, jumlah rumah tangga di NTB yang menikmati listrik pada 2018 sebanyak 1.392.877 KK. Rumah tangga yang berlistrik non PLN sebanyak 22.583 KK. Sedangkan rumah tangga yang berlistrik PLN sebanyak 1.284.314 KK. (nas)