Empat Warga NTB akan Dipulangkan dari Natuna

0
3
Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China bersiap melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari ketigabelas di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, 14 Februari 2020. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikarantina di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya selesai menjalani proses observasi. Kementerian Kesehatan akan memulangkan mereka ke daerah masing masing, Sabtu, 15 Februari 2020. Empat diantaranya warga NTB.

Rincian WNI yang menjalani observasi antisipasi virus Corona di Pulau Natuna, 238 WNI berasal dari 28 daerah di seluruh Indonesia. Mereka sebelumnya dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akibat merebaknya virus nCoV.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat  Kementerian Kesehatan RI, drg. Widiyawati, MKM dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 14 Februari 2020 membenarkan rencana pemulangan tersebut. ‘’Ya, besok akan dilakukan proses pemulangan ke daerah masing masing,’’ ujarnya via pesan instan.

Skema pemulangan sudah disiapkan Sabtu mulau pukul 12.00 Wita. Para WNI akan disiapkan pesawat Batik Air di hanggar TNI AU di Natuna, tempat selama ini mereka menjalani observasi. ‘’WNI akan diterbangkan direct ke Bandara Halim Perdanakusuma,’’ kata Widyawati.

Di Halim, agendanya disambut masing masing perwakilan Pemda  yang menjemput, sekaligus penyerahan dari maskapai Batik Air ke Lion Air. Menurut rencana, penyerahan akan dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan, Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad kepada perwakilan Pemda, akan dihadiri juga Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

“Jadi sesampainya di Halim, Menkes akan serahkan ke Pemda masing masing. Praktis setelah itu, kewenangan Kemenkes sudah selesai. Karena diserahkan ke Pemda masing-masing yang akan mengurus kepulangan warganya,’’ paparnya.

Skema pemulangan itu juga dibenarkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Dr. Bahtiar. Jumat, 14 Februari 2020 kemarin, pihaknya sudah memanggil masing masing Pemda untuk proses penjemputan. ‘’Kemendagri Jumat ini panggil kabupaten dan kota yang warganya dikarantina untuk proses pemulangan. Jadi Pemda akan diminta untuk jemput warganya,’’ ujarnya.

  Menurun, Tingkat Kesuburan Tanah Sembalun

Rincian warga yang akan dipulangkan itu, asal Aceh  13 orang, Bali  2 orang, Bangka Belitung 1 orang. Provinsi Banten 5 orang, Bengkulu dan DIY masing masing 2 orang,  Gorontalo 1 orang.

Sementara Jawa Timur yang terbanyak 65 orang.  DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan  masing masing 16 orang, Jambi 4 orang, Jawa Barat 9 orang, Jawa Tengah 10 orang.

Warga asal NTB empat orang, sama dengan  Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat,  Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara.  Kalimantan Timur 15 orang, Kalimantan Selatan 8 orang  dan Kepulauan Riau 2 orang. Provinsi Lampung 1 orang, Papua 5 orang, Papua Barat 9 orang, Riau 6 orang, Sulawesi Barat 2 orang Sulawesi Selatan 16 orang. Sulawesi Tengah 2 orang  dan Sumatera Barat 1 orang. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here