Gubernur NTB Musnahkan 1,9 Kilogram Sabu Tangkapan BNN

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah (kedua kiri) dipandu Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra (paling kiri) menuang butiran sabu ke dalam blender, Kamis, 13 Februari 2020 dalam pemusnahan barang bukti 1,97 Kg sabu.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memusnahkan sabu 1.977,44 gram bersama Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, Kamis, 13 Februari 2020. Sabu tersebut disita dari dua tersangka, Fery dan Riko yang ditangkap di Senggigi, Batulayar, Lombok Barat Januari lalu.

Pemusnahan barang bukti dengan cara mencampur sabu dengan air di dalam blender. Cairan tersebut lalu dicampur dengan oli bekas. Kemudian ditanam di dalam tanah. Pemusnahan itu untuk melengkapi proses penyidikan. Gubernur menegaskan bahwa narkoba menjadi perhatian sangat serius.

Baca juga:  Residivis Pesta Sabu Gunakan Motor Dinas

“Jangan omong industrialisasi, zero waste tapi ada permasalahan dasar ini yang jika tidak segera ditangani malah akan merusak semua,” ucapnya usai acara pemusnahan.

Aspirasi masyarakat di desa-desa, imbuh Dr Zul, kini sudah bergeser. Yang dari awalnya didominasi permohonan bantuan infrastruktur jalan, irigasi, dan rehab rumah ibadah, kini menjadi permohonan pemberantasan narkoba. Dia mengatakan, narkoba ini kalau sudah masyarakat yang ekonomi tidak mampu yang cicipi maka bahayanya berkali lipat.

“Mereka bisa melakukan apa saja biar bisa dapat barang. ini sangat meresahkan,” tegasnya.

Baca juga:  2020, Lapas Wajib Bebas Selundupan Narkoba

Sementara Sugianyar menerangkan, pemusanahan sabu tersebut untuk melengkapi berkas penyidikan. Pihaknya masih mendalami keterkaitan narapidana Lapas yang diduga mengendalikan bisnis sabu tersebut.

“Tersangka kurir dari Sumbawa ini belum sebulan ke luar dari Lapas. Yang bersangkutan masih dalam status bebas bersyarat. Kita masih dalami keterkaitannya dengan orang lain,” jelasnya.

Dia menambahkan, sabu dengan berat bersih 1.977,44 gram atau setara 1,97 Kg itu masuk dari Malaysia melalui Aceh.

Baca juga:  Masyarakat Bergerak, Pemerintah Mendukung

Tersangka Feri mengantarkan pesanan untuk Riko dengan menumpang pesawat penerbangan domestik. Transit satu malam di Jakarta, Feri melanjutkan penerbangan ke Lombok International Airport, Praya, Lombok Tengah. Pada Sabtu, 4 Januari 2020 lalu dia tertangkap saat sedang mengantar barang ke Riko di Senggigi, Batulayar, Lombok Barat.

Riko sudah pernah mendapat vonis dua tahun enam bulan sebab kasus sabu. “Untuk yang mantan napi dan berbuat lagi ini kita pertimbangkan. Biar yang bandel ini dikirim saja ke Nusa Kambangan,” pungkas Sugianyar. (why/*)