Perpres RPJMN Ditetapkan, Lokasi Smelter di KSB Resmi Jadi Kawasan Industri

W. Musyafirin (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah pusat resmi menetapkan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai salah satu Kawasan Industri (KI) prioritas nasional. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, saat memimpin rapat, Selasa, 11 Februari 2020 bersyukur Perpres RPJMN itu sudah diputuskan.

‘’Ini merupakan momentum yang tepat supaya pertumbuhan ekonomi KSB bisa terus meningkat dan angka pengangguran bisa ditekan. Untuk itu, saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung penetapan kawasan tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika kita tidak bisa sukseskan pembangunan smelter maka dampaknya akan sangat tidak baik bagi daerah,’’ ujar bupati.

Dikatakan, pembangunan smelter yang ditargetkan dimulai bulan Juni tahun 2020 harus didukung oleh masyarakat KSB secara khusus. Karena untuk pembebasan lahannya saja saat ini masih tersisa  12 hektar yang belum mau menerima uang ganti rugi.

Maka dari itu, butuh perhatian secara bersama supaya 12 hektar lahan yang masih bermasalah ini bisa tuntas sehingga pembangunannya bisa segera dilakukan. Untuk itu, pihaknya sangat berharap supaya para pemilik lahan bisa segera melepas lahannya dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan oleh perusahaan supaya pembangunan smelter tidak terhambat.

Baca juga:  KSB akan Titip Ganti Rugi Lahan Proyek Smelter di Pengadilan

Jika persoalan lahan ini tidak bisa tuntas, dikhawatirkan akan menjadi persoalan ketika lahan ini diusulkan menjadi kawasan HGB untuk dimanfaatkan sebagai kawasan industri. Apalagi masa depan KSB ini tidak bisa ditentukan hanya dengan mengandalkan sektor pertanian semata, melainkan butuh sektor unggulan yang lainnya.

Untuk itu, besar harapan kepada para pemilik lahan untuk bisa merelakan lahannya untuk bisa diberikan ke perusahaan supaya pembangunan Smelter bisa dipercepat. ‘’Kami sangat berharap supaya pembebasan lahan ini segera tuntas karena jika molor akan berdampak sangat tidak baik bagi pembangunan smelter itu sendiri,’’ imbuhnya.

Ia berharap agar pembangunan smelter terus didukung oleh warga yang berada di Kecamatan Maluk, karena manfaat dari adanya smelter sangat banyak. Mulai dari pabrik semen, pabrik kabel, sampai dengan pabrik tembaga. Karena di tahap konstruksi proyek smelter saja butuh karyawan yang cukup besar belum lagi industri turunannya.

Baca juga:  Solusi Pembebasan Lahan Smelter Terus Diupayakan

Karena itu, bupati berharap agar masyarakat bisa mendukung pembangunan smelter oleh AMNT karena manfaatnya akan jauh lebih besar. Meski jumlah orang masih menolak sangat sedikit sekitar tujuh orang, tetapi pihaknya berharap agar proses pembayaran lahan ini bisa segera tuntas.

Bupati juga meminta kepada pemilik lahan agar bisa membantu pemerintah merealisasikan pembangunan smelter ini demi perkembangan ekonomi KSB yang lebih baik. Karena jika masih ada satu atau dua orang yang tetap menolak, maka hal itu akan mengganggu tahap pembangunan smelter itu sendiri.

‘’Kami minta proses yang masih menghambat saat ini bisa dituntaskan segera. Karena jika sampai molor, kita juga akan rugi nantinya dan pertumbuhan ekonomi KSB juga akan stagnan,’’ pungkasnya.

Harus Didukung

Wakil Ketua DPRD KSB, Abidin Nasar, SP., MP kepada Suara NTB, Selasa, 11 Februari 2020 menilai, masuknya KSB dalam prioritas pengembangan KI nasional harus terus didukung semua pihak. Terutama Pemda yang selama ini getol memperjuangkannya. Agar kemudian tidak mengendorkan semangatnya. Dalam hal ini secara khusus Pemda KSB tetap mengawal percepatan pembangunan pabrik smelter.

Baca juga:  Wah, Ada Deposit Tembaga-Emas Onto di Dompu

Dikatakan Abidin, KSB tidak boleh lengah dan serta merta lepas tangan hanya dengan mempercayakan percepatan pembangunan smelter ke pemerintah pusat. Justru mulai saat ini, Pemda KSB harus lebih mempertajam lagi daya gedornya kepada PTAMNT karena sudah memiliki dukungan kuat dari pusat.

‘’Kita jangan kendor. Justru sekarang kita punya senjata lebih ampuh lagi mendesak PTAMNT agar menyegerakan pembangunan smelter itu,’’ tandas Abidin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, selama ini Pemda KSB dan Pemprov NTB sudah banyak membantu perusahaan untuk persiapan pembangunan smelter PTAMNT. Kini saatnya PTAMNT yang menunjukkan keseriusannya dengan sesegera mungkin memulai proses pembangunan pabrik smelter tersebut. (ils/bug)