Permasalahan Kebangsaan Jadi Perhatian Sidang MPL-PGI di NTB

Ketua PGI Wilayah NTB, Pendeta Victor Hutauruk, D.Min., (kiri) bersama Kepala Humas PGI, Irma Riana Simanjuntak, dan Ketua Panitia, Maureen Grace Wenas (tengah) saat memberikan keterangan mengenai sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) tahun 2020, di Senggigi, Lombok Barat, Senin, 3 Februari 2020. (Suara NTB/ron)

Giri Menang (Suara NTB) – Berbagai permasalahan kebangsaan akan menjadi perhatian pada sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) tahun 2020 yang diselenggarakan di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan itu dilaksanakan pada Senin, 3 Februari 2020 sampai dengan Kamis, 6 Februari 2020.

PGI Wilayah NTB ditunjuk sebagai tuan rumah MPL-PGI tahun 2020 ini. Hal itu disampaikan Ketua PGI Wilayah NTB, Pendeta Victor Hutauruk, D.Min., bersama Kepala Humas PGI, Irma Riana Simanjuntak, dan Ketua Panitia, Maureen Grace Wenas pada keterangan pers, Senin, 3 Februari 2020 sore.  Irma Riana Simanjuntak menjelaskan, MPL-PGI merupakan persidangan tahunan yang rutin dilaksanakan oleh gereja kristen di Indonesia.

Sidang ini dilaksanakan setelah sidang raya atau setelah terpilihnya ketua PGI.  “Ada empat krisis yang dialami gereja Kristen dan bangsa Indonesia yang akan menjadi fokus perhatian MPL-PGI dan akan dibahas untuk menetapkan program lima tahun ke depan,” ujarnya.

Irma Riana mengatakan, pertama saat ini sedang mengalami krisis kebangsaan, dilihat dari sangat mudah digunakannya politisasi agama. Itulah yang perlu dibenahi. Ke dua mengenai krisis ekologi, kerusakan alam semakin tinggi belakangan ini. Ke tiga, krisis keesaan gereja. Ke empat mengenai tantangan budaya digital berkaitan dengan revolus industri 4.0.  Bagaimanapun gereja menyiapkan generasi muda agar tetap eksis di tengah bangsa ini,” katanya.

Ketua PGI Wilayah NTB, Pendeta Victor Hutauruk menjelaskan, PGI wilayah NTB menerima penunjukan sebagai tuan rumah penyelenggaraan sidang karena diharapkan sidang ini membawa dampak positif bagi daerah, khususnya di bidang pariwisata. Sekaligus menjadi tolok ukur NTB sebagai daerah yang aman dikunjungi.

Sidang akan diikuti 265 peserta yang terdiri dari pimpinan gereja dan PGI Wilayah dari Seluruh Indonesia serta mitra -mitra PGI. Victor mengatakan, PGI Wilayah NTB memberikan apresiasi yang besar kepada pemerintah Provinsi NTB atas dukungan terhadap sidang itu. Sidang mengusung tema Bersama seluruh warga bangsa, gereja memperkokoh NKRIyang demokratis, adil, dan sejahtera bagi semua ciptaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  Umat Muslim dan Hindu KSB Gelar Doa Bersama untuk Indonesia

Ketua Panitia, Maureen Grace Wenas menjelaskan panitia secara teknis sudah siap melaksanakan MPL-PGI. Sidang akan berlangsung empat hari tiga malam. Upacara pembukaan akan dilaksanakan pada Senin, 3 Februari 2020 malam. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dijadwalkan membuka sidang tersebut. Pada Selasa (4/2) akan mengawali aktivitas dengan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Senggigi. Aksi ini sebagai wujud nyata peserta sidang mendukung program pemerintah NTB yaitu NTB bebas sampah atau zero waste. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here