Pertaruhan Kaling Karang Bagu Menghadapi Narkoba

Sahrun. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Maraknya peredaran narkoba di NTB diakui membutuhkan perhatian khusus. Contoh kasus yang paling dekat adalah peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram. Kepala Lingkungan Karang Bagu, Sahrun, mengaku bertaruh nyawa demi menekan peredaran narkoba di Karang Bagu.

Sahrun mengutarakan, lingkungan yang berada di bawah pengawasannya tersebut tengah berusaha menghilangkan stigma buruk yang dimunculkan dari aktivitas peredaran narkoba.  ‘’Kita sudah jadi ikon Kota Mataram dan NTB di Karang Bagu, ini perlu perhatian khusus,’’ ujarnya.

Diakui Sahrun, peredaran narkoba di Karang Bagu yang berusaha dilawannya telah berlangsung lama dan sistemik. Untuk memotong rantai sistem peredaran tersebut, maka pihaknya telah melakukan berbagai upaya. ‘’Ini nilai ibadah bagi kami, sehingga kami sangat maksimal bekerja di sana (Karang Bagu, Red),’’ ujarnya.

Dicontohkannya seperti beberapa aturan yang telah diberlakukan di lingkungan tersebut. Diantaranya larangan untuk berkunjung di atas pukul 22.00 Wita. Selain itu, pihaknya bersama-sama dengan pemuda sekitar juga kerap melakukan razia pada pukul 02.00 dini hari. ‘’Kita kerja 24 jam di Karang Bagu. Keributan juga sering terjadi (karena narkoba). Jadi di atas jam 10 malam tidak boleh berkunjung,’’ katanya.

Pada beberapa kasus, pihaknya bahkan melakukan penahanan kendaraan orang-orang yang kedapatan melanggar aturan tersebut. ‘’Kita tahan motornya. Kita minta mereka kembali besoknya membawa kepala lingkungan,’’ sambungnya.

Diterangkan Sahrun, orang-orang yang diamankan atau kedapatan melakukan transaksi di Karang Bagu kebanyakan berasal dari kabupaten/kota lain. ‘’Di Karang Bagu tidak ada yang membuat narkoba, tapi peredaran nakoba marak terjadi,’’ ujarnya.

Dalam usahanya memusnahkan aktivitas tersebut dari lingkungannya, Sahrun mengaku sering mendapatkan ancaman. ’’Ini taruhannya mati,’’ ujarnya. Dicontohkannya seperti penyerangan yang pernah dialaminya secara pribadi maupun yang dilakukan ketika dirinya berada di rumah.

  Hingga November, 412 Ribu Warga NTB Belum Lakukan Perekaman E-KTP

Karena itu, Sahrun menegaskan, upaya membebaskan Karang Bagu dari jeratan peredaran narkoba membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Khususnya aparat penegak hukum, terutama untuk mengamankan pemasok, pengedar, dan pembeli yang melakukan aktivitas di Karang Bagu. Termasuk, oknum-oknum yang disebut Sahrun sering juga ditemui melakukan transaksi narkoba di lingkungan tersebut. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here