4.608 Rumah Rusak Berat Belum Dibangun

0
4
Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ribuan rumah korban gempa NTB yang rusak berat pada 2018 lalu hingga saat ini  belum dikerjakan alias belum dibangun. Data BPBD NTB per 27 Januari 2020 lalu, sebanyak 4.608 rumah rusak berat korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Tengah (Loteng).

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH yang dikonfirmasi pekan kemarin mengatakan, ribuan rumah korban gempa rusak berat yang belum dikerjakan di KLU dan Loteng menjadi atensi khusus. Bantuan dana stimulan harus segera digunakan untuk memperbaiki rumah yang rusak berat, ringan dan sedang.

Apabila sampai 31 Maret, dana bantuan stimulan tak digunakan, maka harus dikembalikan ke kas negara. Sehingga ia mengharapkan dana yang sudah ada agar secepatnya digunakan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa 2018.

‘’Maka salah satu prosesnya khusus (rumah) rusak sedang dan ringan, BPBD kabupaten/kota dengan pola swakelola tapi tetap dengan pendampingan fasilitator TNI/Polri dan sipil itu bisa mendorong masyarakat melakukan percepatan melalui Pokmasnya,’’ kata Khalik.

Seluruh bantuan dana stimulan diharapkan masuk ke rekening Pokmas paling lambat Maret mendatang. Dan perbaikan rumah korban gempa dapat tuntas semuanya pada tahun ini. Selain itu, masyarakat korban gempa yang belum terdata mendapatkan bantuan dana stimulan masih menunggu data dari BPBD kabupaten/kota. BPBD kabupaten/kota sudah diminta melakukan validasi.

‘’Mekanismenya, kita minta kabupaten/kota dari sekarang melakukan validasi. Tapi betul-betul data itu memang korban gempa. Jangan sampai seperti kemarin diajukan, begitu direview Irtama BNPB, ternyata ndak masuk. Karena proses pengajuan dana hibah ke BNPB itu tetap melalui review Irtama BNPB,’’ katanya.

Berdasarkan data progres kemajuan rehab rekon pascagempa NTB, jumlah rumah rusak berat di KLU yang belum dikerjakan sebanyak 3.129 unit dan Loteng sebanyak 1.479 unit. Sedangkan di lima kabupaten/kota lainnya seperti Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa semua rumah rusak berat sudah ditangani. Ada yang sudah selesai dibangun dan sedang dalam progres pembangunan.

  Percepat Realisasi Bantuan Perbaikan Rumah, Dr. Zul Temui Kepala BNPB

Sesuai data hasil review Irtama BNPB, jumlah rumah rusak berat sebanyak 74.707 unit. Dari jumlah itu sebanyak 44.874 unit atau 60,07 persen  sudah selesai dibangun 100 persen, dalam progres pembangunan sebanyak 25.225 unit atau 33,77 persen dan belum dikerjakan 4.608 unit atau 6,17 persen.

Sedangkan untuk rumah rusak sedang sebanyak 8.263 unit atau 22,76 persen yang belum dikerjakan. Sebanyak 22.610 unit atau 62,27 persen sudah selesai diperbaiki 100 persen dan 5.439 unit atau 14,98 persen dalam proses pembangunan.

Sementara untuk rumah rusak, sebanyak 20.257 unit atau 17,59 persen belum dikerjakan. Sebanyak 77.912 unit atau 67,64 persen sudah selesai ditangani 100 persen dan 17.016 unit atau 14,77 persen dalam proses pengerjaan.

Khalik menyebutkan, di KLU dari sisa dana hampir mencapai Rp200 miliar sudah mulai ditransfer ke rekening masyarakat dan langsung membentuk Pokmas. Begitu juga di Loteng, terus dilakukan transfer ke rekening masyarakat dan Pokmas.

Diharapkan, Februari ini sudah tak ada lagi sisa bantuan dana stimulan di KLU dan Loteng yang berada di rekening BPBD. Kalaupun ada sisa dana di rekening BPBD, itu akibat tidak bisa dieksekusi.

Seperti di Kota Mataram ada sisa dana di rekening BPBD sekitar Rp21 miliar. Itu merupakan sisa dana yang tidak bisa dieksekusi karena kelebihan transfer dari pemerintah  pusat. ‘’Nanti akan dikembalikan ke kas negara,’’ terangnya.

Selain KLU dan Loteng, Lombok Timur (Lotim) juga menjadi atensi. Karena di Lotim, rumah rusak sedang dan rusak ringan masih cukup banyak yang belum dikerjakan atau diperbaiki.

‘’Walaupun rusak sedang dan ringan ini masyarakat masih bisa menempati rumahnya. Tetapi jangan sampai duit yang sudah ditransfer pusat ini belum digunakan,’’ katanya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here