Beranda NTB Fitri Nugrahaningrum, Penyandang Difabel Raih Beasiswa ke Amerika dan Australia

Fitri Nugrahaningrum, Penyandang Difabel Raih Beasiswa ke Amerika dan Australia

0
17
Fitri Nugrahaningrum (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Keterbatasan fisik tak jadi halangan bagi Fitri Nugrahaningrum untuk terus melanjutkan studinya ke luar negeri. Pasalnya, pada bulan September 2019 lalu, Fitri mendapat beasiswa Short Corse ke Amerika dan beasiswa S2 ke Negeri Kangguru, Australia.

Penyandang disabilitas asal Kediri, Lombok Barat ini bisa menjadi contoh bagi anak muda di NTB khususnya. Keterbatasan fisik Fitri tak membuatnya menyerah. Ditemui Suara NTB, Senin, 27 Januari 2020, ia mengatakan, pada bulan Juni tahun 2020 nanti, ia ditemani suaminya berangkat menempuh pendidikan Short Corse ke Amerika Serikat tepatnya di Kota Washington DC selama 4 bulan.

Tak hanya ke Amerika, Fitri juga akan melanjutkan studi S2 jurusan Ekonomi dan Bisnis ke Australia tepatnya di Kota Melbourne. ‘’Ke Amerka itu pendidikan Short Corse hanya pelatihan saja selama 4 bulan. Untuk S2-nya saya nanti ke Melbourne pada tahun 2021 untuk jurusan yang sama,’’ jelasnya.

Menurut Fitri yang juga sebagai pendiri pendidikan luar sekolah Satelit Masa Depan Negara (Samara) pada tahun 2005 ini, banyak hal yang harus diperhatikan Pemprov NTB pada khsusnya. Baik penyetaraan penyandang difabel dan pelayanan bagi difabel di ruang publik. Hal itu menjadi motivasi Fitri untuk melanjutkan studi masternya di Melbourne.

“Memang beasiswa ini sudah ditawari jauh sebelumnya, selama itu yang menjadi tantangan saya adalah International English Language Testing System (IELTS). Makanya saya harus kursus IELT terlebih dahulu,” katanya.

Ia pun berharap, selapas pendidikan S2 nanti, bisa memperjuangkan hak-hak difabel di NTB. Bukan hanya itu, seluruh elemen pemerintah di daerah ini diharapkan memperhatikan semua penyandang difabel.

‘’Setelah mendapat jaringan lebih luas di luar negeri, saya harap banyak yang akan membantu proses pemberdayaan difabel di NTB. Pemerintah harus membantu dan masyarakat juga harus ikut berpartisipatisi di sana,’’ jelasnya.

  BPIH Embarkasi Lombok Rp 38,2 Juta, Ini Jadwal Pelunasannya.

Selepas pendidikan S2 nanti, Fitri menginginkan, semua ilmu yang didapat di luar negeri bisa diaplikasikan di NTB. Fitri berharap Pemda di NTB juga harus memberdayakan  dan memberi ruang difabel. ‘’Di Pemerintahan Pak Jokowi kan sudah yang diangkat jadi staf khusus dari penyandang difabel di Istana,’’ katanya.

“Kenapa Pak Gubernur tidak mengangkat staf khsusus dari penyandang difabel yang mungkin mampu juga menjembatani semua penyandang difabel. Harapan saya sih begitu,’’ ujar Fitri. (viq)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here