ITDC Ungkap Perubahan Teknis Pengaspalan Sirkuit MotoGP Mandalika

Pembuatan dan pengerasan badan jalan untuk sirkuit Mandalika sedang dilaksanakan. Selanjutnya, pengaspalan lintasan balapan ditargetkan mulai bulan Juli mendatang. (Suara NTB/ITDC)

Praya (Suara NTB) – Pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika hingga kini terus berjalan. Dengan fokus pada pembuatan dan pengerasan badan jalan sepanjang 4,32 km. Kemudian pembangunan saluran drainase di sejumlah titik dan pengaspalan lintasan balapan ditargetkan mulai bulan Juli mendatang.

Demikian diungkapkan Direktur Konstruksi dan Operasi PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Ngurah Wirawan, Rabu, 22 Januari 2020.

Ditemui usai menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Wirawan mengatakan, pengaspalan jalur sirkuit rencananya akan dimulai awal tahun ini. Karena memang sudah ada beberapa badan jalan yang sudah keras serta siap diaspal.

Namun, rencana tersebut berubah karena alasan teknis.

Baca juga:  Peralatan Pengaspalan Sirkuit MotoGP Tiba di Lombok

“Awalnya mana badan jalan yang sudah keras, langsung diaspal. Tapi kemudian diputuskan, pengaspalan akan dilakukan sekaligus di bulan Juli. Karena untuk pembuatan dan pengerasan badan jalan tuntas bulan Juni mendatang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, mesin untuk melakukan pengaspalan itu nantinya akan didatangkan khusus dari luar. Begitu juga material aspalnya. Sehingga kalau dilakukan pengaspalan sedikit demi sedikit, dinilai kurang efektif. Dan, secara teknis cara itu juga dinilai tidak bagus dari sisi kualitas jalan yang dihasilkan nanti.

“Jadi pengaspalan akan dilakukan sekaligus, nanti setelah pembentukan badan dan pengerasan jalan selesai. Supaya bisa menghasilkan lintasan balap yang terbaik,” tandasnya.

Meski ada beberapa perubahan rencana, Wirawan menegaskan, pembangunan sirkuit jalan raya MotoGP Mandalika sesungguhnya masih sesuai jadwal. Dalam artian, semua tahapan pembangunan masih sesuai jadwal. Walaupun hujan sudah mulai turun, tetapi secara umum tidak mengganggu tahapan pembangunan.

Baca juga:  4.000 Tiket MotoGP Mandalika Ludes Dalam 10 Hari

Hanya saja, pihaknya menghadapi beberapa kendala di beberapa titik berupa potensi terjadi genangan. Akibat adanya air kiriman dari daerah utara. Sehingga di daerah utara, saat ini tengah dibangun saluran drainase. Untuk menampung dan mengaliri air yang datang ke penampungan. Sehingga tidak sampai menggenangi area pembangunan sirkuit.

Untuk pembangunan saluran drainase tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I. “Yang di luar kawasan itu BWS yang bangun saluran drainasenya. Sedangkan yang masuk di kawasan itu kita yang bangun saluran drainasenya,” ujar Wirawan.

Baca juga:  Destinasi Wisata Penyangga MotoGP Perlu Diperhatikan

Terkait persoalan lahan yang belum tuntas, ia menegaskan itu sepenuhnya diserahkan ke pemerintah daerah. Pihaknya dalam hal ini hanya mengikuti saja apa yang langkah pemerintah daerah. Karena ITDC hanya ini fokus pada proses pembangunan sirkuitnya saja. Soal penyelesaian lahan itu sudah limpahkan ke pemerintah daerah.

“Kalau soal lahan kita ikut pemda sajalah. Mau seperti apa langkah-langkah penyelesaian, kita ngikut saja,” tegasnya.

Tapi yang jelas, persoalan lahan tidak akan sampai mengganggu proses pembangunan sirkuit. Semua tahapan pembangunan terus berjalan. Dan, pihaknya berharap masyarakat bisa tetap mendukung. Dengan tidak mengganggu proses pembangunan sirkuit.

“Soal lahan silakan berurusan dengan pemda. Terpenting, pembangunan sirkuit jangan diganggu,” pungkasnya. (kir)