Jadi Viral, Dua Warga Miskin yang Lumpuh di Loteng Langsung Ditangani

Petugas Disos NTB mendatangi warga miskin yang lumpuh di Loteng dan menyalurkan bantuan. Bantuan juga diberikan oleh Dinas Sosial Loteng. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Disos) Provinsi NTB langsung menerjunkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk mengecek kondisi dua bersaudara keluarga miskin yang lumpuh, Kenim (35) dan Kenyep (30) di Dusun Ngabok, Desa Plambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng). Disos NTB juga berkoordinasi dengan Disos Loteng untuk penanganan keluarga miskin penyandang disabilitas tersebut.

‘’Kita cek ke lapangan dan kita sudah koordinasi dengan kabupaten,’’ kata Kepala Disos NTB, Dra. T. Wismaningsih dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 21 Januari 2020.

Kenim dan Kenyep adalah potret warga miskin penyandang disabilitas yang tak mendapatkan perhatian yang layak. Keduanya kini tinggal bertiga bersama bibi yang sudah usia lanjut di rumah gedek berukuran 3 x 4 meter dan berlantaikan tanah.

Hanya ada satu kamar di rumah ini dan keduanya harus berbagi tempat tidur. Bahkan, terkadang keduanya harus tidur bergantian, karena kondisi kamar yang sempit.

Baca juga:  Penurunan Angka Kemiskinan di Loteng Melambat

Potret kehidupan keduanya menjadi perhatian warganet menyusul pemberitaan Suara NTB pada Senin, 20 Januari 2020. Sehari berselang, berita mengenai kondisi keduanya telah ditanggapi ribuan orang dan memancing ratusan komentar di laman facebook Suara NTB.

Wismaningsih menjelaskan, untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kata Wismaningsih, kelihatannya dua saudara yang lumpuh total tersebut tidak masuk kriteria sebagai penerima. Karena keduanya tidak punya anak yang menjadi tanggungan untuk disekolahkan.

Namun bantuan sosial seperti BPNT, keduanya berhak menerima. Karena keduanya merupakan penyandang disabilitas, maka Pemda punya program bantuan sosial untuk penyandang disabilitas yang bisa diberikan kepada keduanya. Begitu juga apabila rumahnya tidak layak huni, maka dapat diberikan bantuan untuk perbaikan rumah agar menjadi layak huni.

Baca juga:  Penurunan Kemiskinan di Dompu Tak Sesuai Target RPJMD

‘’Apa bantuan yang cocok kita harus lihat kondisinya di lapangan. Kita ada TKSK di lapangan, kita turunkan ke sana melihat bagaimana kondisinya,’’ kata Wismaningsih.

Ia mengatakan, masyarakat miskin seperti ini apalagi jika masuk desil I, maka menjadi prioritas untuk ditangani. Pihaknya berkoordinasi dengan Disos Loteng untuk penanganannya. ‘’Kebutuhan apa yang tidak ada di kabupaten kita bantu. Karena data BDT itu kabupaten yang menetapkan masuk tidaknya masyarakat miskin,’’ jelasnya.

Kenim (35) dan Kenyep (30) menjadi gambaran potret buram kemiskinan di Loteng. Ia mengalami kelumpuhan sejak puluhan tahun yang lalu. Keduanya hidup dalam kondisi miskin di sebuah rumah yang jauh dari kata layak. Tidak bisa berbuat apa-apa, karena kondisi lumpuh keduanya hanya bisa mengandalkan belas kasihan dari tetangga terdekatnya untuk sekedar bertahap hidup.

Program bantuan beras miskin (Raskin) yang diperoleh per bulan nyatanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara program bedah rumah, Program Keluarga Harapan (PKH) yang diharapkan bisa untuk sekadar memperbaiki kondisi supaya bisa menjalani hidup yang lebih layak, nyata hanyalah mimpi.

Baca juga:  Dipicu Kenaikan Harga Rokok, Penurunan Kemiskinan di Loteng Melambat

Kepala Dinas Sosial (Disos) Loteng, Baiq Sri Hastuti Handayani yang dikonfirmasi terpisah, menegaskan tim TKSK memang sudah turun mendatangi dua bersaudara yang lumpuh total, Selasa siang kemarin. Selain untuk menyalurkan bantuan berupa selimut, alas tidur serta kebutuhan pokok lainya, tim juga melakukan pendataan terkait kebutuhan dari kedua warga tersebut.

“Bantuan sudah kita kirim. Seperti selimut dan kebutuhan dasar lainnya. Sembari mendata kebutuhan lainnya dari kedua warga ini,” terangnya. Yang jelas, pihaknya akan berupaya membantu sesuai kebutuhan warga bersangkutan. Karena memang pihaknya baru mendapat informasi terkait kondisi warga tersebut. (nas/kir)