33.403 Rumah Terdampak Gempa Belum Ditangani

Infografis penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak akibat gempa di NTB. (sumber : BPBD NTB)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan rumah terdampak gempa efektif tersisa dua bulan lebih. Masih ada 33.403 rumah yang belum tertangani. Sementara masa transisi darurat berakhir tanggal 31 Maret 2020.

Dari jumlah itu, rinciannya tersebar pada rumah rusak berat sebanyak 1.687 unit, rumah rusak sedang 9.701 unit dan rusak ringan sebanyak 22.015 unit. Sehingga dari keseluruhan data kerusakan rumah 226.204, yang belum tertangani sebanyak 33.403 unit.

‘’Ini lebih banyak rusak sedang dan rusak ringan. Sehingga optimis kita, kabupaten/kota akan segera menuntaskan sebelum masa transisi darurat 31 Maret 2020 berakhir,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos, MH, Minggu, 19 Januari 2020.

Secara umum kata dia, dari data itu dominan yang belum tertangani adalah rumah rusak sedang dan rusak ringan. Dalam proses pengerjaannya, dilakukan dengan sistem swakelola oleh masyarakat melalui Pokmas  dan tetap dalam pendampingan fasilitator sipil, TNI dan Polri. Jika terus berjalan baik, maka diyakininya akan segera tuntas sesuai target.

Baca juga:  Tinjau Hasil Pembangunan RTG, Wapres : Mudah-mudahan Masyarakat Puas

Sementara sesuai data total rumah rusak akibat gempa  226.204 unit, teridiri dari  74.707 rusak berat, 36.312 rusak sedang dan 115.185 rusak ringan.

Dari laporan yang sudah disampaikan ke BNPB,  progres pengerjaan rumah rusak berat yang sudah tuntas adalah  43.017 unit atau 57,65  persen. Sementara 26.943 unit konstruksi fisiknya antara 40 sampai 90 persen.

‘’Sehingga rusak berat sudah tertangani sebanyak 73.013 unit atau  93,71 persen. Sisanya sebanyak 1.687 unit  06,29 persen sudah dalam perencanaan,’’ sebutnya.

Baca juga:  4.608 Rumah Rusak Berat Belum Dibangun

Pengamatannya, semua kabupaten/kota terdampak sudah mulai transfer dana ke rekening masyarakat penerima dan pendebetan ke Pokmas.

Selanjutnya untuk rumah rusak sedang, dari total kerusakan 36.313 unit, sedikitnya 21.211 unit atau 58,41 sudah rampung atau 100 persen.  5.400 unit dengan kondisi fisik konstruksi sudah di atas 90 persen dan sedang dalam proses pengerjaan. Sehingga rusak sedang yang sudah tertangani sebanyak 26.611 unit  atau 73,28 persen.

Sisanya, sebanyak 9.701 unit  atau 26,72 persen sudah dalam perencanaan dan mulai ditangani semua oleh kabupaten/kota terdampak.

 ‘’Jadi rata-rata sudah pendebetan ke Pokmas dan pengerjaannya lebih banyak swakelola oleh masyarakat sendiri,  tapi tetap dalam pengawasan dan pendampingan fasilitator,’’ jelasnya.

Selanjutnya untuk rusak ringan dari target 115.185 unit, sebanyak 76.428 unit  atau 66.35 persen sudah rampung.  Sedangkan 16.742 unit  atau 14,53 persen dengan kondisi fisik konstruksi sudah di atas 90 persen.

Baca juga:  Cara Unik Warga Dasan Geria Kembangkan Pariwisata

Sehingga rumah rusak ringan yang sudah tertangani sebanyak 93.170 unit  atau 80.88 persen. Sisanya, sebanyak 22.015 unit  atau 19.21 persen sudah dalam perencanaan dan mulai ditangani semua kabupaten/kota terdampak.

Ditambahkan Ahsanul Khalik, untuk diketahui bahwa fokus pihaknya bersama Tim Pengendali Kegiatan (TPK) adalah penuntasan rumah rusak berat sebanyak 1.687 unit. Diupayakan ini menjadi pekerjaan prioritas sehingga target tuntas 31 Maret 2020.

‘’Sementara rusak sedang dan rusak ringan juga kita dorong masyarakat yang swakelola bisa menuntaskannya, karena memang  di lapangan sebagian sudah bisa ditempati oleh masyarakat,” jelasnya. (ars)