Curhat Calon TKW yang Gagal Berangkat, Dijanjikan Gaji Fantastis hingga Pemalsuan Identitas

0
25
Kabid PPTK Disnakertrans Lotim, M. Hirsan memberikan pengarahan kepada 14 calon TKI asal Lotim, setelah dipulangkan ke daerah asalnya, Kamis (16/1) malam. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Menjadi Pekerja Buruh Migran (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih menjadi pilihan primadona sebagian masyarakat dalam memperbaiki perekonomian keluarganya. Bahkan tak tanggung-tanggung masyarakat rela berutang asal dapat berangkat ke negeri rantauan. Namun tak sedikit pula, masyarakat dijadikan “ladang” bagi para tekong untuk meraup untung.

Kamis 16 Januari 2020 lalu, 84 calon TKI asal NTB dipulangkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dari 84 calon TKI, 14 di antaranya dari Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Banyak suka duka yang dialami calon TKI ini saat dipulangkan oleh pemerintah pusat. Ada yang dijanjikan gaji fantastis hingga identitasnya dipalsukan.

Seperti pengakuan, Titin Suryani — salah satu calon TKW yang dipulangkan, jika dirinya direkrut oleh salah seorang petugas lapangan (PL) atau tekong. Setelah itu, dirinya diberangkatkan secara gratis. Bahkan ia diberikan uang sebesar Rp4 juta untuk diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Titin mengaku diberangkatkan dari kampung halamannya per tanggal 12 Desember 2019 lalu dengan PL asal Mataram bernama Andre dan tujuan penempatan Arab Saudi. Kemudian setibanya di Jakarta, Titin Suryani bersama beberapa calon TKI asal Lotim dan beberapa daerah lainnya di NTB ditampung hingga tanggal 14 Januari 2020. Selama itu, aktivitas di penampungan hanya tidur dan makan.

“Kami diperlakukan baik selama di penampungan. Tidak ada tindakan-tindakan senonoh yang dilakukan oleh orang-orang di sana (penampungan),” tuturnya.

Titin Suryani bersama calon TKI lainnya mengetahui jika dirinya akan berstatus ilegal dan akan diperjualbelikan saat dilakukan penggerebekan oleh Kemnaker. Saat itu, mereka mengaku bersyukur. Isak tangis pecah dan rata-rata meminta untuk dipulangkan ke kampung halamannya. “Pada saat itu kami hanya ingin pulang dan pulang setelah tahu kami akan dijual,”katanya.

  KLU Segera Ajukan Dokumen LPPD

Kepala Bidang PPTK pada Disnakertrans Lotim, Muhammad Hirsan, menjelaskan jika paspor dari calon TKI ini dipegang oleh orang Surabaya yang diawali dengan seorang PL menyerahkan ke tekong bernama Andre dan Aisyah. CTKW ini diiming-imingi dan diberikan uang dengan besaran bervariasi. Sebelum berangkat dikasih untuk belanja keluarganya di rumah untuk meyakinkannya.

Modus lainnya yang digunakan jika oknum tekong tersebut mengatasnamakan dirinya dari PT resmi dan membawa orang yang bertindak selaku mantan TKW sukses dengan gaji yang fantastis. Dari sanalah calon TKI ini tergiur dan bersedia untuk diberangkatkan. Terlebih pemberangkatan gratis serta diberikan uang berkisar antara Rp1 juta hingga Rp5 juta per orang sebagai uang saku dan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dikatakan, M. Hirsan, jika pihak Disnakertrans Lotim sudah melakukan pemeriksaan kesehatan calon TKI bersama Dikes Lotim sebagaimana arahan bupati. Langkah ini untuk memastikan kesehatan para korban sebelum dikembalikan ke keluarganya. “Alhamdulillah tidak ada yang psikologisnya terganggu ataupun mengalami sakit,” terangnya.

Hirsan meyakini bahwa beberapa di antara korban akan kembali datang ke Disnakertrans Lotim. Hal tersebut karena masyarakat membutuhkan pekerjaan, sehingga sudah dijelaskan untuk bekerja aman ke luar negeri, diberikan brosur karena rata-rata mereka butuh pekerjaan. Dari Disnakertrans Lotim siap memfasilitasi dengan menyediakan PT atau PJTKI dan mengikuti proses-proses yang ada. “Saat ini kita sudah LTSP dan pelayanan sangat cepat. Jadi silakan masyarakat yang ingin jadi PMI, pemerintah siap menfasilitasi secara prosedural,” katanya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 16 =