Pemprov NTB Desak Perbaikan Dermaga II Padangbai Dipercepat

Pelayanan Pelabuhan Lembar masih normal meskipun Dermaga II Padangbai, Bali rusak. (Suara NTB/her)

Mataram (Suara NTB) – Perbaikan dermaga II Pelabuhan Padangbai Bali dinilai akan berdampak terhadap antrean kendaraan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar). Pemprov NTB mendesak agar perbaikan dermaga II Pelabuhan Padangbai dapat dipercepat, agar arus penyeberangan Lembar – Padangbai segera berjalan normal.

Sementara itu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XII Wilayah Bali – NTB membuat strategi memindahkan home base kapal yang ada di Padangbai ke Lembar. Supaya tidak terjadi antrean kapal di ke dua pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. Lalu Bayu Windya, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 15 Januari 2020  mengatakan, baru mendengar kabar mengenai perbaikan dermaga II Pelabuhan Padangbai. Ia mengatakan, akan langsung berkoordinasi dengan BPTD XII Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Bayu mengatakan, untuk kendaraan barang atau penumpang yang menuju Surabaya dapat beralih menggunakan kapal Legundi atau Oasis. ‘’Harapan kita segera dermaga II diperbaiki, dipercepat perbaikannya. Saya akan berkoordinasi seperti apa dia perbaikannya,’’ kata Bayu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Pelaksana Pelabuhan Lembar BPTD XII Bali – NTB, Koda Pahlianus Nelson Dallo mengatakan, pihaknya membuat strategi agar tidak terjadi antrean kapal dan kendaraan di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai. Semua kapal yang tadinya home base-nya di Padangbai dipindah ke Lembar.

‘’Supaya tidak terjadi banyak kapal yang mengapung nanti di sana (Padangbai)  akibat perbaikan dermaga ini. Kemudian untuk mengantisipasi antrean di Lembar,’’ ujarnya.

Dengan memindahkan home base kapal yang ada di Padangbai ke Lembar, kata Nelson, maka otomatis akan mengurangi antrean kapal akibat perbaikan dermaga tersebut. Ia menjelaskan, setiap 1,5 jam kapal akan dilepas dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Padangbai.

Menurutnya, itu merupakan waktu normal. Apabila terjadi stagnasi di Pelabuhan Lembar, maka jadwal berangkat kapal akan dikurangi menjadi satu jam. ‘’Kalau satu jam stagnasi tak terurai, kita akan nambah kapal di situ, nambah trip,’’ kata Nelson.

Meskipun terjadi perbaikan dermaga II Pelabuhan Padangbai, Nelson mengatakan jumlah trip sehari tetap 16 kapal. Namun dengan adanya perbaikan dermaga, cuma dilakukan pemindahan home base kapal ke Pelabuhan Lembar saja. Dengan memindahkan home base, maka semua kapal berangkat dari Lembar.

Apabila terjadi stagnasi di Lembar maupun Padangbai, lanjut Nelson, maka akan diprioritaskan kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok dan sayur mayur agar tidak busuk. Untuk mempercepat perbaikan dermaga II Pelabuhan Padangbai, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT. ASDP supaya bisa mempercepat perbaikan dermaga tersebut.

Dari rencana perbaikan sekitar tujuh hari, diharapkan bisa tuntas kurang dari seminggu. Pihaknya juga berharap kondisi cuaca di Padangbai tidak ekstrem. Supaya dapat mempercepat pengerjaan dermaga tersebut.

‘’Kita koordinasi dengan PT. ASDP supaya dipercepat. Mudah-mudahan tak hujan dan ombak pantai di sana tidak besar. Kalau terjadi maka akan mengganggu pengerjaan perbaikan dermaga,’’ terangnya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Penyeberangan BPTD wilayah Padangbai I Nyoman Agus Sugiarta saat koordinasi dengan BPTD Lembar  mengatakan pihaknya bersama BPTD Lembar mengatur pola muatnya untuk mencegah gangguan penyeberangan di Lembar-Padangbai.

“Karena dari ASDP perencananaan perbaikan dermaga 7-10 hari, mudah-mudahan tidak ada kendala alam agar pengerjaannya cepat selesai,”jelas dia.

Pihaknya tetap mendorong agar pengerjaan dermaga II cepat selesai. Pihaknya pun tetap melakukan pengawasan di lapangan agar tidak terjadi gangguan di lapangan. Saat ini tambah dia, kondisi penumpang di Padangbai terbilang masih sepi. Hampir sama dengan kondisi di Lembar. “Kami berharap agar pelayanan tetap lancar,’’ harapnya.(nas/her)