Tak Ikut SKD, Pelamar P1/TL Wajib Cetak Kartu Ujian CPNS

Yus Harudian Putra (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pelamar CPNS 2018 yang lulus passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan status P1/TL yang mendaftar pada rekrutmen CPNS 2019 diwajibkan tetap mencetak kartu ujian. Meskipun mereka memilih tidak ikut SKD CPNS 2019.

“Iya (pelamar P1/TL tetap wajib mencetak kartu ujian CPNS),” kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Yus Harudian Putra, S.STP dikonfirmasi Suara NTB, kemarin di Mataram.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah menegaskan bahwa pelamar dengan status P1/TL yang pada saat mendaftar memilih tidak mengikuti ujian SKD, tetap diwajibkan mencetak kartu ujian. Bagi pelamar yang P1/TL-nya ditolak oleh instansi agar tetap mengikuti ujian terlepas dari pilihan pada saat mendaftar.

Untuk pengesahan kartu ujian CPNS, Yus mengatakan khusus untuk Pemprov NTB, pelaksanaannya pada saat tes SKD. Sedangkan untuk kabupaten/kota, ia meminta agar pelamar menanyakan langsung ke BKD atau BKPSDM kabupaten/kota untuk informasi detilnya.

Khusus untuk pelamar CPNS Pemprov NTB, pengesahan kartu ujian dilaksanakan pada saat ujian. Para pelamar yang ikut SKD harus hadir satu jam sebelum ujian. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk pengesahan kartu ujian, registrasi dan pengarahan sebelum pelaksanaan tes SKD.

Baca juga:  Pemprov Siap Gelar Tes SKD, Pelamar CPNS Langgar Tata Tertib Langsung Gugur

Tahun lalu, untuk Pemprov NTB, ada 29 pelamar CPNS 2018 yang lulus passing grade tetapi tidak lulus CPNS karena kuota terbatas. Tersebar untuk sejumlah formasi,  seperti guru matematika, guru fisika, guru kimia, perawat, apoteker, nutrisionis, pranata laboratorium kesehatan, guru teknik instalasi tenaga listrik, ragiografer, asisten apoteker dan bidan.

Pendaftar seleksi CPNS 2019 kategori P1/TL diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 23 Tahun 2019. Penjelasan tentang definisi pelamar seleksi CPNS 2019 kategori P1/TL dijelaskan di dalam Lampiran I Permenpan-RB 23/2019, huruf B, nomor 21.

Isi ketentuan tersebut, P1/TL adalah peserta seleksi CPNS 2018 yang memenuhi nilai ambang batas (passing grade) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berdasarkan Permenpan-RB Nomor 37 Tahun 2018. Selain itu, mereka masuk dalam 3 kali formasi jabatan yang dilamar untuk dapat mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tahun 2018, namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir.

Baca juga:  462 Pelamar Kejaksaan Jalani Tes CAT

Pelamar kategori P1/TL adalah peserta seleksi CPNS 2018 dengan nilai hasil SKD memenuhi passing grade (sesuai dengan PermenPAN-RB 37/2018), akan tetapi dinyatakan tidak lolos usai proses integrasi nilai SKD dan SKB dilakukan.

Peserta P1/TL dapat mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS 2019 dengan menggunakan kualifikasi pendidikan yang sama saat melamar dalam penerimaan CPNS 2018. Pilihan jabatan dan instansi yang diinginkan pelamar, bisa sama ataupun tidak dengan yang dilamar saat mendaftar seleksi CPNS 2018. Peserta P1/TL mendapatkan peluang menggunakan nilai terbaik antara hasil SKD Tahun 2018 dan SKD 2019, sebagai dasar untuk dapat mengikuti tahap SKB dalam seleksi CPNS 2019.

Pemprov sudah merencanakan tes SKD rekrutmen CPNS 2019 akan mulai dilakukan 27 Januari mendatang. Pelaksanaan tes direncanakan selama 16 hari dengan jumlah peserta atau pelamar yang berhak  ikut SKD sebanyak 7.706 orang. Untuk Pemprov NTB, lokasi tes SKD akan dilaksanakan di Kantor BKD NTB yang berada di sebelah timur kompleks Kantor Gubernur NTB.

Baca juga:  Tes CPNS di Kota Mataram Diundur

Diketahui, total jumlah pelamar CPNS 2019  di NTB sebanyak 85.870 orang. Dimana, sebanyak 8.248 pelamar dinyatakan gugur dalam seleksi administrasi. Sehingga, 77.622 pelamar yang berhak untuk ikut SKD.

Dengan rincian, Pemprov NTB sebanyak 7.706 orang, Pemkot Mataram 4.611 orang, Pemkab Lombok Barat 3.879 orang, Pemkab Lombok Tengah 15.336 orang, Pemkab Lombok Timur 11.107 orang. Selanjutnya, Pemkab Lombok Utara 5.807 orang, Pemkab Sumbawa Barat 2.083 orang, Pemkab Sumbawa 7.363 orang, Pemkab Dompu 6.639 orang, Pemkab Bima 9.710 orang dan Pemkot Bima 3.381 orang.

Sementara total alokasi formasi CPNS di NTB tahun 2019 sebanyak 3.204 formasi. Dengan rincian, Pemprov NTB 414 formasi, Pemkot Mataram 275 formasi, Pemkab Lombok Barat 205 formasi, Pemkab Lombok Tengah 479 formasi, Pemkab Lombok Timur 482 formasi. Kemudian, Pemkab Lombok Utara 237 formasi, Pemkab Sumbawa Barat 105 formasi, Pemkab Sumbawa 342 formasi, Pemkab Dompu 249 formasi, Pemkab Bima 241 formasi dan Pemkot Bima 175 formasi. (nas)