Perencanaan Kurang Matang, Rp3,38 Miliar DAK Fisik Gagal Salur di NTB

Syarwan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat miliaran rupiah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun anggaran 2019 gagal salur di NTB. Kemenkeu melalui Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) mencatat Rp3,38 miliar DAK Fisik yang gagal salur terdapat di tiga kabupaten/kota.

Kepala Kanwil DJPB NTB, Syarwan, SE, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 10 Januari 2020 kemarin  menyebutkan tiga kabupaten/kota yang mengalami gagal salur DAK Fisik antara lain Lombok Timur, Lombok Barat dan Kota Mataram. Di Lombok Timur, DAK Fisik yang gagal salur senilai Rp900 juta. Merupakan DAK Fisik afirmasi bidang transportasi rekomendasi sekaligus. ‘’DAK Fisik ini gagal salur karena gagal lelang,’’ jelas Syarwan.

Kemudian di Lombok Barat sebesar Rp1,45 miliar DAK Fisik yang gagal salur. Juga merupakan DAK Fisik afirmasi bidang transportasi rekomendasi sekaligus. DAK Fisik ini juga gagal salur akibat gagal lelang. Proyek DAK Fisik senilai Rp1,45 miliar tersebut pada saat lelang tidak ada peserta yang menyampaikan penawaran.

Baca juga:  Target PAD Terlampaui, NTB Terbebas dari Defisit Anggaran

Terakhir, DAK Fisik yang gagal salur untuk Kota Mataram sebesar Rp1,03 miliar. Merupakan DAK Fisik penugasan bidang kesehatan. Syarwan menjelaskan nilai daftar kontrak sebesar Rp160,02 juta dan telah salur tahap I sebesar Rp257,8 juta. Untuk penyaluran tahap II, jelas Syarwan, Pemda tidak menyampaikan dokumen persyaratan.

Ia menjelaskan, total pagu DAK Fisik untuk NTB tahun 2019 sebesar Rp2,565 triliun lebih. Dengan realisasi penyaluran sampai Desember 2019 sebesar Rp2,420 triliun atau 94,36 persen. Terdiri dari DAK Fisik afirmasi dengan pagu Rp460 miliar lebih, realisasi penyaluranna hanya Rp423 miliar lebih atau 91,9 persen.

Kemudian DAK Fisik penugasan dengan pagu Rp798 miliar lebih, realisasi penyalurannya Rp748 miliar lebih atau 93,76 persen. Dan DAK Fisik reguler dengan pagu Rp1,306 triliun, realisasi penyalurannya sebesar Rp1,248 triliun atau 95,59 persen.

Ditanya penyebab realisasi penyaluran DAK Fisik yang tidak mencapai 100 persen, Syarwan mengatakan ada hubungannya dengan perencanaan. Perencanaan yang tidak matang membuat realisasi penaluran  DAK Fisik tidak sesuai dengan pagunya.

Baca juga:  Percepatan Lelang Cegah Penumpukan Eksekusi Anggaran

‘’Misalnya, pagunya Rp100 miliar, tapi ternyata yang bisa dikontrak hanya Rp90 miliar. Maka realisasi (penyalurannya)  dari pemerintah pusat pasti 90 persen,’’ terang Syarwan.

Diharapkan, gagal salur DAK Fisik tahun 2019 tidak terulang tahun 2020 ini. Pihaknya mengharapkan apa yang terjadi di tahun 2019 menjadi bahan evaluasi Pemda di NTB, agar pagu DAK Fisik dapat tersalurkan 100 persen.

Untuk tahun 2020, DAK Fisik yang diperoleh NTB sebesar Rp2,05 triliun lebih. Dengan rincian, Pemprov NTB Rp416,72 miliar, Bima Rp215,3 miliar, Dompu Rp120,21 miliar, Lombok Barat Rp213,06 miliar, Lombok Tengah Rp275,89 miliar, Lombok Timur Rp212,88 miliar, Sumbawa Rp209,17 miliar, Kota Mataram Rp73,7 miliar, Kota Bima Rp91,68 miliar, Sumbawa Barat Rp88,17 miliar dan Lombok Utara Rp137,19 miliar. (nas)