Lokasi Pembangunan Sirkuit MotoGP, Warga Dua Dusun Direlokasi dari Lahan ITDC

0
1
Lahan untuk sirkuit motoGP mulai diratakan. Warga yang mendiami lahan ini sudah mulai direlokasi. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Ratusan kepala keluarga (KK) yang mendiami lahan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Developmnet Corporation (ITDC) di kawasan The Mandalika Kuta, di Dusun Ebunut dan Ujung Lauk Desa Desa Kuta Pujut Lombok Tengah (Loteng) mulai direlokasi. Relokasi dilakukan sebagai bagian dari rencana pembangunan sirkuit MotoGP yang direncanakan akan digunakan tahun 2021 mendatang.

Kadus Ujung Lauk Rahmat Panye kepada Suara NTB, Sabtu,  14 Desember 2019, mengungkapkan, sebagai tempat relokasi sementara warga sudah disiapkan lahan oleh di pihak ITDC di HPL 90 sembari menunggu proses pembangunan homestay terpadu yang dijanjikan oleh pemerintah pusat selesai. “Warga yang direlokasi ini warga yang akan menempati homestay terpadu yang akan dibangun oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Sampai saat ini proses relokasi warga baru mulai. Jadi belum seluruhnya pindah ke tempat relokasi sementara. Di dusunnya saja, dari sekitar 130 KK yang akan direlokasi baru sekitar 13 KK yang sudah mulai membangun pondasi di tempat relokasi sementara. Sisanya masih melakukan pembongkaran di tempat tinggal yang lama.

Meski demikian, diakuinya, pihaknya tidak diberikan batasan waktu oleh ITDC sampai kapan relokasi harus selesai. Tetapi pihaknya berupaya bisa selesai secepatnya, karena lahan tempat warga tinggal tersebut merupakan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP, sehingga harus dibersihkan secepatnya.

Pada tahap awal warga yang direlokasi ialah warga yang statusnya mendiami lahan ITDC. Tetapi bukan pemilik lahan, karena ada juga warga yang memang berstatus sebagai pemilik lahan yang saat ini tengah dalam proses penyelesaian pembebasannya oleh pihak ITDC. “Kalau yang berstatus pemilik lahan, belum direlokasi. Karena masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan oleh pihak ITDC,” tambah Alus Darmian, anggota BPD Desa Kuta.

  Pembahasan APBD-P Molor, Dewan Salahkan Aturan Baru

Untuk meringankan beban warga yang direlokasi, masing-masing kepala keluarga diberikan biaya pembongkaran sebesar Rp 3 juta. Karena diakui hampir rata-rata warga yang direlokasi tersebut merupakan keluarga kurang mampu. “Anggaran pembongkaran infonya dari pemerintah daerah,” imbuh Kadus Ujung Lauk.

Camat Pujut yang dikonfirmasi sebelumnya, mengatakan total kepala keluarga yang akan direlokasi didua dusun tersebut sebanyak 145 KK. Warga tersebut diberikan izin tinggal sementara dilahan ITDC yang ada disebelah utara kawasan. Nantinya, kalau pembangunan homestay terpadu sudah selesai, warga tersebut lagi akan dipindahkan.

“Warga ini dipindahkan sifatnya sementara. Karena untuk tempat tinggal selanjutnya, nanti di homestay terpadu yang akan dibangun oleh pemerintah pusat tahun depan,” tegasnya. Pihaknya berharap semua warga yang mendiami lahan ITDC tersebut secepatnya bisa dipindahkan. Karena memang proses pembangunan sirkuit MotoGP sendiri sudah berjalan. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here