Hari Pertama, Pelamar CPNS Kejaksaan Baru Delapan Orang

Panitia seleksi CPNS Kejati NTB saat seleksi berkas calon pelamar Rabu, 20 November 2019.  (Suara NTB/humas kejati)

Mataram (Suara NTB) – Fenomena minimnya pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada awal pembukaan, terjadi juga di Kejati NTB. formasi yang dibuka untuk  lulusan Sarjana Hukum (SH), SMA sederajat masih sepi peminat.

Menurut juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH, pembukaan lamaran sudah dimulai Rabu, 20 November 2019. ‘’ Sampai pukul 10.30 Wita, baru delapan orang yang memasukkan berkas,’’ kata Dedi Irawan.

Berkas delapan orang itu langsung dilakukan verifikasi awal. Dari delapan pelamar, satu orang dinilai kelebihan berat badan atau bobot tubuh tidak ideal sesuai aturan. ‘’Yang bersangkutan masih diberi kesempatan untuk mengurangi berat badan hingga hari terakhir pendaftaran,’’ sebut Dedi Irawan.

Baca juga:  Bobot Nilai 60 Persen, Hasil Tes SKB Tentukan Kelulusan CPNS Pemprov NTB

Kesempatan bagi pelamar CPNS, baik untuk jaksa maupun pegawai Kejaksaan waktunya masih panjang. Verifikasi dan seleksi administrasi akan dilaksanakan selama 13 hari kerja,  mulai Rabu, 20 November 2019 hingga Jumat (6/11) Desember 2019 mendatang.

Kepada pelamar diharapkan lebih teliti dan cermat sebelum mengajukan berkas. Memeriksa kesesuaian antara persyaratan dengan berkas yang dimiliki. Sehingga saat mendaftar, syarat -syarat sudah terpenuhi.

Kejaksaan RI membuka formasi CPNS dan jaksa tahun 2019. Dibuka lowongan untuk 5.203 orang, menjadi rekor terbanyak formasi CPNS yang dibuka tahun ini. Besarnya kebutuhan itu karena terbatasnya jumlah pegawai di Kejaksaan, baik tingkat Kejati sampai Kejari. Formasi yang dibuka untuk kualifikasi pendidikan SMA sederajat, Diploma III sejumlah jurusan, kemudian S1 untuk jurusan Fakultas Hukum dan jurusan umum.

Baca juga:  621 Pelamar CPNS Kota Mataram Ikut SKB

Asisten Bidang Pembinaan (Asbin) Kejati NTB Prayono, SH,MH menambahkan, penerimaan ini juga berlangsung terbuka untuk semua kalangan karena bisa diakses secara nasional. ‘’Proses pendaftaran bisa melalui online di situs https://rekrutmen.kejaksaan.go.id/,’’ jelasnya.

Adapun formasi yang dimaksud adalah, Jaksa Ahli pertama S1 Sarjana Hukum 986 orang, pengelola data perkara dan putusan untuk DIII Perkantoran, Komputer, Administrasi, Pemerintahan, Manajemen, Sekretaris, Komunikasi sebanyak 569 orang. Pranata Barang Bukti untuk DIII Administrasi, Komputer, Perkantoran, Manajemen, Sekretaris untuk 720 orang.

Baca juga:  Peserta SKB CPNS Sumbawa Segera Diumumkan

Kemudian Pengawal Tahanan untuk SLTA/SMA sederajat 1000 orang, Pengemudi Pengawal Tahanan SLTA/SMA Sederajat 1000 orang. Selanjutnya, Pranata Komputer S1 Komputer, Tehnik Informatika, Sistem Informasi sebanyak 533 orang. Auditor Pertama untuk S1 Ekonomi dan S1 Akutansi 130 orang.

Arsiparis Pelaksana untuk DIII Kerasipan sebanyak 137 orang. Menurut Asbin, selebihnya adalah dokter spesialis berbagai penyakit, termasuk apoteker dan bidan. Sehingga jumlah total kebutuhan pegawai dan jaksa adalah 5.203 orang se Indonesia. Menurut rencana, kran pendaftaran online akan dibuka mulai 11 November mendatang. (ars)